Rapat Koordinasi yang berlangsung pada 22 Oktober 2025 di Mapolda Riau menjadi momen penting dalam upaya pengendalian harga beras di wilayah tersebut. Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak yang berkompeten, menunjukkan komitmen untuk menjaga kestabilan harga beras demi kesejahteraan masyarakat.
Pekerjaan yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menjadi wujud nyata dari tindakan terpadu dalam pengawasan dan pengendalian harga. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa harga beras tetap dalam batas yang wajar dan terjangkau oleh semua kalangan.
Dengan adanya pembentukan Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras, diharapkan ada upaya konkret untuk melindungi konsumen dari praktik-praktik penimbunan dan penipuan harga. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat pentingnya pangan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Komposisi Peserta Rapat Koordinasi Dalam Pengendalian Harga Beras
Pada acara tersebut, dihadiri oleh berbagai instansi baik dari kepolisian, Badan Pangan Nasional, hingga Dinas Perdagangan dan Dinas Pangan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa isu harga beras bukanlah masalah yang bisa diabaikan begitu saja.
Kegiatan ini diadakan sebagai tindak lanjut dari keputusan resmi mengenai satgas ini. Dengan melibatkan berbagai elemen, pemerintah berharap dapat mengatasi masalah harga beras dari berbagai sudut pandang dan strategi yang lebih komprehensif.
Rapat ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan forum untuk merumuskan langkah-langkah aksi ke depan yang lebih efektif. Setiap perwakilan memiliki peran penting dalam menemukan solusi atas tantangan pengendalian harga beras saat ini.
Pentingnya Pengawasan Harga Beras di Wilayah Riau
Polda Riau berkomitmen untuk melakukan pengawasan yang ketat dalam memastikan harga beras tetap stabil. Kombes Ade Kuncoro sebagai Dirreskrimsus Polda Riau menegaskan pentingnya pengawalan di lapangan untuk mencegah pelanggaran yang dapat merugikan masyarakat.
Pelanggaran seperti penimbunan atau pengaturan harga sajikan menjadi catatan khusus dalam pengawasan ini. Dengan sistem pelaporan yang jelas, setiap pelaku usaha diharapkan dapat mematuhi aturan yang sudah ditetapkan demi mencapai efek yang maksimal.
Pengawasan yang ketat akan memberikan efek jera bagi pelanggar, sekaligus menjadi jaminan bagi masyarakat untuk mendapatkan harga beras yang fair. Proses hukum akan diambil terhadap siapapun yang terbukti melakukan manipulasi harga.
Langkah-Langkah Strategis Dalam Menjaga Stabilitas Harga
Pihak kepolisian bersama Badan Pangan Nasional akan berkoordinasi untuk menerapkan kebijakan pengendalian harga dengan tegas. Jika dalam kurun waktu yang ditetapkan harga beras belum juga menyesuaikan, maka tindakan lebih lanjut akan diambil.
Pengawasan di lapangan menjadi salah satu kunci dalam langkah preventif ini. Setiap pelaku usaha yang melanggar harga eceran tertinggi akan diberikan peringatan dan diharapkan dapat memenuhi ketentuan yang ada dalam waktu yang telah disepakati.
Melalui tindakan ini, pemerintah berharap dapat menstabilkan harga beras di pasaran. Segmentasi pengawasan di berbagai daerah juga menjadi aspek penting agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat dari kebijakan ini secara merata.










