Selasa, 27 Januari 2026 – 17:27 WIB. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat telah mengungkap sebuah kasus tragis di mana seorang anak bernama BP membunuh ibu kandungnya, YRA. Kejadian ini menimbulkan kehebohan di masyarakat, terutama ketika jasad YRA ditemukan dalam kondisi mengenaskan di pinggir jalan wilayah Batu Leong, Kabupaten Lombok Barat.
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, pelaku melakukan tindakan kejam ini karena alasan finansial. BP meminta sejumlah uang kepada ibunya, tetapi permintaan tersebut ditolak yang kemudian memicu amarahnya dan berujung pada pembunuhan. Kejadian ini memberikan gambaran betapa tingginya tekanan finansial yang dapat memicu tindak kriminalitas dalam keluarga.
Komisaris Besar Polisi Mohammad Kholid, Kepala Bidang Humas Polda NTB, mengungkapkan bahwa BP merasa sakit hati karena ibunya tidak mengabulkan permintaannya. Hal ini menjadi pemicu utama bagi pelaku untuk melakukan tindakan drastic dan akhirnya merenggut nyawa orang terdekatnya.
Motif Pembunuhan dan Penemuan Jenazah yang Menggemparkan Masyarakat
Masyarakat di sekitar lokasi kejadian terkejut dengan penemuan jasad YRA yang dibakar dan dibuang di pinggir jalan. Kholid menjelaskan bahwa uang yang diminta pelaku kepada almarhumah adalah sebesar Rp 39 juta, yang seharusnya digunakan untuk membayar utang. Tindakan sadis ini menunjukkan dampak serius dari masalah utang yang tidak tertangani dalam keluarga.
Dari hasil investigasi, penyidik sudah menetapkan BP sebagai tersangka dan saat ini sedang dalam proses penahanan. Pembunuhan ini, yang dianggap sebagai tindak kriminal dengan motif finansial, menimbulkan pertanyaan besar tentang respons masyarakat terhadap masalah utang dan kemiskinan.
Kholid menambahkan bahwa penyidik menerapkan Pasal 458 ayat (2) dan Pasal 459 KUHP terhadap pelaku. Hal ini menunjukkan bahwa pembunuhan terhadap anggota keluarga, yaitu ibu kandung, mempunyai konotasi hukum yang lebih berat. Di sisi lain, kasus ini juga menggambarkan tragedi emosional yang mendalam dalam sebuah keluarga.
Proses Penangkapan dan Penyelidikan Kasus
Tim penyidik dari Subdit III Jatanras Reskrimum Polda NTB berhasil melakukan penangkapan terhadap BP di rumahnya kurang dari dua hari setelah kejadian. Penangkapan ini menunjukkan bahwa aparat kepolisian bertindak cepat dalam menangani kasus yang mencolok dan mendapatkan perhatian publik. Kegiatan penangkapan ini diharapkan bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat sekitar.
dalam konfrensi pers, Kholid menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pihak kepolisian. Kejadian ini perlu menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih peka terhadap masalah sosial yang terjadi di sekitar. Dengan melibatkan masyarakat dalam proses pencegahan, diharapkan perkara-perkara serupa dapat dikurangi atau diminimalisir.
Selain itu, penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan serupa. Namun, aspek rehabilitasi dan perlindungan bagi individu yang mengalami tekanan finansial juga harus dipikirkan agar kasus seperti ini tidak terulang di masa mendatang.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat dan Dampak Sosial
Tragedi ini menggugah kesadaran masyarakat tentang tekanan yang dihadapi oleh banyak keluarga, terutama dalam hal finansial. Keluarga yang berada dalam kondisi terpuruk sering kali tidak mendapatkan dukungan yang memadai, yang bisa mendorong individu ke tindakan-tindakan nekat. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran kolektif untuk mengenali dan mendukung mereka yang membutuhkan bantuan.
Para ahli psikologi keluarga menekankan pentingnya komunikasi terbuka dalam keluarga untuk menghindari konflik yang berujung pada tindakan kriminal. Menghadapi masalah finansial seharusnya bisa dilakukan dengan diskusi yang sehat di antara anggota keluarga, tanpa perlu melibatkan kekerasan. Hanya dengan begitu, potensi konflik dapat diminimalkan.
Dalam jangka panjang, kasus-kasus seperti ini akan sering muncul jika masyarakat tidak berpihak pada solusi preventif. Terlebih lagi, bagi pemerintah, perlu ada program-program sosial yang lebih kuat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kejahatan yang berakar pada masalah ekonomi.










