Yayasan Makan Bergizi Gratis (MBG) baru-baru ini membuat langkah hukum dengan melaporkan akun media sosial TikTok bernama @lsmharimauharimau ke pihak kepolisian. Tuduhan yang dikenakan adalah pencemaran nama baik terhadap Yayasan Kasih Mentari Bangsa, yang terkait dengan program distribusi makanan.
Kasus ini berawal ketika pihak yayasan menemukan unggahan di akun TikTok tersebut yang mengandung narasi merugikan. Ada kritik yang ditujukan kepada program MBG, serta kaitan negatif dengan SPPG Curug Wetan, salah satu unit yang dikelola oleh yayasan.
Laporan resmi diajukan kepada Polda Metro Jaya oleh ketua yayasan pada tanggal 14 Januari 2026. Melalui pernyataan itu, dia menegaskan adanya informasi menyesatkan yang merugikan reputasi yayasan mereka.
Dampak Negatif dari Berita yang Disebarkan di Media Sosial
Kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini banyak mendapat perhatian publik. Banyak pihak yang khawatir dengan dampak berita negatif tersebut terhadap wajah yayasan yang berfokus pada bantuan sosial.
Tuduhan yang disebar di media sosial menciptakan kebingungan di kalangan masyarakat, khususnya bagi mereka yang bergantung pada program ini. Para penerima manfaat menjadi ragu dan khawatir akan kualitas makanan yang diberikan.
Apalagi, dengan adanya foto-foto hasil pangan yang diklaim tidak layak diunggah bersamaan dengan deskripsi yang merugikan. Hal ini membuat reputasi yayasan semakin tertekan dan perlu segera ditangani.
Proses Hukum dan Penelusuran Informasi yang Akurat
Dalam proses hukum ini, pihak MBG berharap untuk mendapatkan kejelasan dan keadilan atas apa yang telah terjadi. Yayasan Kasih Mentari Bangsa merasa dirugikan dan ingin menegaskan bahwa mereka tidak bersalah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto turut memberikan klarifikasi mengenai laporan tersebut. Pihak kepolisian akan melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Laporan ini mencerminkan upaya dari yayasan untuk melindungi citra dan integritas mereka dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Mereka yakin bahwa langkah hukum adalah salah satu cara untuk menghadapi tuduhan yang tidak berdasar.
Pentingnya Verifikasi Sebelum Menyebarkan Informasi di Media Sosial
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi, khususnya yang dapat merugikan orang lain. Penyebaran berita yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan dampak yang luas dan merugikan pihak-pihak tertentu.
Khawatir akan dampak negatif dari berita atau informasi yang salah, setiap individu diharapkan untuk selalu melakukan cross-check sebelum membagikan informasi lebih jauh. Ini juga menjadi tanggung jawab kolektif untuk menjaga reputasi orang lain.
Melalui kejadian ini, masyarakat diajak untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial. Edukasi mengenai informasi yang akurat sangat diperlukan agar berita tidak menyesatkan tidak mengganggu kehidupan orang lain.











