Jumat, 23 Januari 2026 – 04:20 WIB. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa peran seorang pemimpin sejatinya sangat sederhana dan mendasar. Pemimpin dituntut untuk bekerja keras agar lapisan masyarakat yang paling rentan, seperti kaum miskin, dapat merasakan kebahagiaan dan harapan untuk masa depan.
Dalam pidato kunci yang diungkapkan di acara World Economic Forum (WEF) 2026, yang berlangsung di Davos, Swiss, Prabowo membahas prinsip dasar kepemimpinan yang diambil dari pengalaman pribadi. Hal ini merupakan gambaran dari tanggung jawab pemimpin terhadap rakyatnya, terutama mereka yang berada dalam kondisi sulit.
Prabowo dalam pidatonya mengungkapkan bahwa kebahagiaan rakyat akan menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah. Menurutnya, jika rakyat, khususnya yang kurang beruntung, tampil dengan senyuman, itu menunjukkan bahwa mereka memiliki harapan dan keyakinan dalam memandang masa depan yang lebih baik.
Pentingnya Senyuman Kaum Miskin dan Lemah dalam Kepemimpinan
“Ada pepatah yang saya pelajari dari orang tua saya,” ungkap Prabowo, merujuk pada nasihat bijaksana yang diterimanya. Dia menekankan pentingnya berfokus pada kesejahteraan kaum lemah dan miskin sebagai tujuan utama kepemimpinannya. Seorang pemimpin, lanjutnya, harus memastikan bahwa itu adalah misi utama dalam melayani masyarakat.
Dia berkata, “Jika kamu ingin menjadi pemimpin negeri ini, kamu harus bekerja agar si miskin dan si lemah bisa tersenyum dan tertawa.” Prinsip sederhana ini menyiratkan bahwa kebahagiaan rakyat kecil adalah tanggung jawab moral dari seorang pemimpin.
Kata-kata tersebut mencerminkan misi Prabowo dalam menjalankan kepemimpinannya, yaitu untuk menciptakan kondisi di mana seluruh rakyat, tanpa kecuali, dapat merasa bahagia dan optimis terhadap masa depan. Bagi Prabowo, hal itu menjadi indikasi bahwa ada harapan dan perubahan positif dalam kehidupan masyarakat.
Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Sosial
Selanjutnya, Prabowo mengingatkan bahwa tanggung jawab seorang pemimpin tidak hanya terletak pada kebijakan publik, tetapi juga pada kemampuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi rakyat. Membuat rakyat merasa membutuhkan dan memperhatikan adalah langkah awal yang harus diambil untuk menciptakan dampak yang berarti.
Dalam pidatonya, Prabowo melanjutkan bahwa dia akan berkomitmen untuk mengejar ketertinggalan negara dari bangsa lain. Ini menjadi bagian dari upayanya untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya dapat bersaing di panggung internasional, tetapi juga memberikan kualitas hidup yang lebih baik untuk setiap warga negara.
Prabowo berjanji untuk menghapus kemiskinan ekstrem dalam waktu empat tahun ke depan. Komitmen ini merupakan bagian dari misinya selama menjabat sebagai pemimpin, di mana dia menyatakan tekadnya untuk memberikan perhatian lebih besar kepada mereka yang berada di garis kemiskinan.
Rencana Aksi untuk Mengatasi Kemiskinan dalam Waktu Dekat
Pada kesempatan yang sama, Prabowo menekankan berbagai langkah strategis yang akan diambil untuk mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem. Menurutnya, pengentasan kemiskinan bukan hanya soal mengalokasikan anggaran, tetapi juga tentang menciptakan peluang dan akses bagi masyarakat.
Dalam pendekatannya, dia menyatakan bahwa pendidikan dan kesehatan akan menjadi dua pilar utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan memberikan akses pendidikan yang lebih baik, diharapkan generasi mendatang bisa memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil.
Prabowo juga mencanangkan pembangunan infrastruktur yang lebih baik sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing. Dia percaya bahwa infrastruktur yang berkualitas akan berdampak positif bagi perekonomian dan memungkinkan masyarakat mengakses sumber daya lebih baik.
Misi Seumur Hidup untuk Kesejahteraan Rakyat
Prabowo menyimpulkan pidatonya dengan penegasan kembali mengenai misi hidupnya sebagai pemimpin. Dia menyatakan, “Itulah misi dalam hidup saya, untuk membuat warga Indonesia yang termiskin dan terlemah tersenyum.” Pernyataan ini mencerminkan dedikasinya yang mendalam terhadap kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi, dia optimis bahwa dengan kerja keras dan dukungan dari semua pihak, target-target tersebut dapat tercapai. Komitmen ini menjadi harapan bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang menderita akibat kemiskinan.
Pada akhirnya, Prabowo berharap agar setiap langkah yang diambil akan mengarah pada perbaikan kualitas hidup. Menurutnya, jika semua elemen masyarakat bersatu dalam memperjuangkan hal ini, masa depan Indonesia akan lebih cerah dan sejahtera.










