Toyota Australia baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan penjualan model Fortuner pada pertengahan tahun 2026. Keputusan ini muncul setelah Fortuner menunjukkan angka penjualan yang kurang memuaskan di pasar Australia selama lebih dari satu dekade.
Langkah tersebut juga berarti konsumen di Australia tidak akan mendapatkan model penyegaran Fortuner yang akan diluncurkan di negara lain tahun depan. Hal ini menunjukkan bahwa pasar otomotif Australia mengalami perubahan preferensi yang signifikan.
Menurut Sean Hanley, Wakil Presiden Divisi Penjualan dan Pemasaran Toyota Australia, Fortuner selama ini telah menjadi produk yang cukup baik namun dengan basis konsumen yang terbatas. Dengan perubahan tren dan kebutuhan konsumen di Australia, Toyota merasa perlu untuk tidak melanjutkan produksi Fortuner.
Perubahan Preferensi Konsumen di Pasar Otomotif Australia
Konsumen Australia kini lebih banyak beralih ke model SUV lain yang lebih populer seperti Hilux, Land Cruiser Prado, dan Land Cruiser 300 Series. Perpindahan ini mencerminkan perubahan kebutuhan dan keinginan konsumen yang kian dinamis.
Hanley menjelaskan bahwa Ford Everest dan Isuzu MU-X juga sedang naik daun, menciptakan persaingan yang semakin ketat di segmen SUV. Ini memberikan tantangan tersendiri bagi Fortuner dalam mencuri perhatian pasar.
Fortuner sendiri tidak duduk manis dalam persaingan. Meskipun telah diperkenalkan di Australia sejak tahun 2015, penjualannya mengalami stagnasi dan tidak dapat bersaing dengan model-model SUV Toyota yang lebih sukses.
Perbandingan Penjualan Fortuner dan Model Lainnya
Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan Fortuner di Australia menunjukkan angka yang mencolok. Misalnya, pada tahun 2023, penjualannya hanya mencapai 2.928 unit, jauh di bawah angka penjualan Prado yang mencapai 23.298 unit. Di sisi lain, Ford Everest berhasil terjual sebanyak 21.915 unit.
Bahkan jika dibandingkan dengan Mitsubishi Pajero Sport, yang terjual 5.014 unit, Fortuner tetap kalah jauh. Penjualan terbaik Fortuner terjadi pada tahun 2022, dengan total 4.614 unit, namun masih kalah dari Prado.
Rata-rata penjualan Fortuner dari tahun 2016 hingga 2024 hanya mencapai 3.481 unit. Meskipun angka ini tidak terlalu mengesankan, Toyota tetap menganggap Fortuner memiliki peranan penting di pasar.
Dari Fortuner ke Model Lain: Solusi untuk Konsumen
Saat ini, Toyota menawarkan berbagai model SUV di Australia, termasuk Yaris Cross, C-HR, Corolla Cross, RAV4, Kluger, dan bZ4X. Dengan beragam pilihan tersebut, konsumen diharapkan dapat menemukan model yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Fortuner, meski tidak menjadi model terlaris, tetap memiliki pangsa pasar sendiri. Hanley mengungkapkan bahwa setiap produk memiliki fungsi dan pasar yang berbeda, dan Fortuner telah berhasil memenuhi kebutuhan segmen tertentu.
“Kami menyadari bahwa Fortuner tidak akan pernah menjadi produk teratas dalam jajaran kami, tetapi kami yakin produk ini memiliki peran penting,” tambah Hanley. Keputusan untuk menghentikan Fortuner bukan berarti produk tersebut gagal, melainkan bagian dari strategi bisnis yang lebih luas.










