Penjualan mobil baru di Indonesia diprediksi akan mengalami peningkatan pada tahun 2026. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menargetkan angka penjualan mencapai 850 ribu unit, yang hanya meningkat 5,4 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencatatkan 803.687 unit.
Hasil penjualan di tahun 2025 mengalami penurunan 7,2 persen dari tahun 2024 yang mencapai 865.723 unit. Target yang ditetapkan ini menunjukkan optimisme industri otomotif meski kondisi pasar tetap dinamis.
Sekretaris Umum gabungan industri menyatakan bahwa target tersebut dapat berubah tergantung pada perkembangan terbaru di pasar. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dari langit-langit industri untuk beradaptasi dengan situasi yang ada.
Perkembangan Pasar Otomotif dan Dampaknya
Peningkatan penjualan mobil baru memang tidak terlepas dari tren elektrifikasi yang semakin kuat. Mobil listrik, sebagai contoh, mengalami lonjakan penjualan yang signifikan pada tahun lalu, dengan kenaikan sebesar 113 persen.
Namun, meskipun ada pertumbuhan dalam segmen mobil elektrifikasi, penjualan kendaraan berbahan bakar konvensional mengalami kemunduran. Mobil Internal Combustion Engine mengalami penurunan 15 persen, sedangkan Low Cost Green Car anjlok sebesar 31 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada inovasi dan transisi menuju kendaraan ramah lingkungan, tantangan tetap ada dalam mempertahankan pangsa pasar untuk kendaraan tradisional.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penjualan di 2026
Salah satu aspek yang akan mempengaruhi penjualan tahun ini adalah libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Momen ini seringkali menjadi titik tolak bagi peningkatan penjualan berkat adanya Tunjangan Hari Raya yang meningkatkan daya beli masyarakat.
Namun, libur panjang ini juga diiringi dengan pengurangan masa kerja, yang berpotensi mempengaruhi produksi kendaraan. Pelaku industri harus mampu menyeimbangkan antara permintaan yang meningkat dan kapasitas produksi yang terbatas.
Tantangan tersebut membuat industri otomotif menghadapi masa yang penuh ketidakpastian, tetapi juga membuka peluang untuk inovasi dalam strategi pemasaran dan produksi.
Rencana dan Harapan untuk Masa Depan
Pabrikan dan pelaku industri otomotif saat ini tengah menantikan insentif yang bakal diberikan oleh Kementerian Perindustrian. Insentif ini diharapkan dapat merangsang pertumbuhan pasar dan mendorong penjualan yang lebih tinggi.
Namun, hingga akhir Januari, belum ada kepastian kapan insentif tersebut akan diterapkan. Situasi ini menciptakan ketidakpastian di kalangan pelaku pasar, yang berharap adanya keputusan segera untuk mendukung pemulihan industri.
Dalam satu atau dua bulan ke depan, Gaikindo mengharapkan pameran otomotif dan peluncuran produk baru dapat memberikan dampak positif pada penjualan. Kegiatan ini seringkali menarik minat konsumen dan menjadi ajang pemasaran yang efektif.










