Rabu, 28 Januari 2026 – 17:30 WIB. Dalam perkembangan politik terkini di Indonesia, nama Juda Agung menjadi sorotan sebagai calon Wakil Menteri Keuangan yang baru. Hal ini mencuat menyusul pengunduran diri Thomas Djiwandono dari posisi tersebut yang terhitung sejak 13 Januari 2026.
Penegasan disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang menegaskan bahwa penunjukan resmi untuk posisi Wakil Menteri Keuangan belum terjadi. Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa kursi yang ditinggalkan oleh Djiwandono akan segera terisi.
Prasetyo tidak memberikan rincian tentang kandidat lain yang mungkin dipertimbangkan, namun menggarisbawahi bahwa proses pencarian pengganti akan dilakukan secara hati-hati. Dengan majunya nama Juda Agung, spekulasi terkait siapa yang akan memegang jabatan tersebut semakin hangat dibicarakan di kalangan masyarakat.
Prospek Penggantian Posisi Wakil Menteri Keuangan di Kementerian Keuangan
Dalam konteks ini, Prasetyo menyatakan bahwa sebelum penunjukan resmi, Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kajian mendalam. Ini termasuk meminta masukan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai calon pengganti Thomas Djiwandono yang kini bertugas di Bank Indonesia.
Proses ini memperlihatkan pendekatan prudensial dalam pengisian posisi strategis di pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa pengganti yang dipilih memang memiliki keahlian dan kapabilitas yang mumpuni untuk menghadapi tantangan anggaran yang ada.
Purbaya juga menambahkan bahwa pemilihan kandidat akan mempertimbangkan pengalaman dan integritas yang dimiliki calon tersebut, guna mengisi kekosongan yang ada di kementeriannya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjalankan tata kelola yang lebih baik dan transparan.
Siapa Juda Agung dan Mengapa Ia Layak Dipertimbangkan?
Juda Agung, sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, dikenal memiliki rekam jejak yang solid dalam sektor keuangan. Ketidakpastian ekonomi saat ini menjadikan kandidat dengan pengalaman seperti Juda menjadi sangat relevan.
Dari sudut pandang analisis, Juda memiliki pemahaman mendalam mengenai kebijakan moneter dan fiskal, yang menjadi krusial di tengah tantangan yang dihadapi negara. Pengalamannya di Bank Indonesia dipandang sebagai aset berharga bagi Kementerian Keuangan.
Selama masa jabatannya, Juda telah menunjukkan kemampuannya dalam menangani berbagai isu ekonomi yang kompleks dan berkontribusi pada stabilitas finansial negara. Ini menjadi alasan tambahan bagi pemerintah untuk mempertimbangkan namanya sebagai pengganti yang cocok.
Rencana Masa Depan dan Pembagian Tugas di Kementerian Keuangan
Merujuk pada pernyataan Purbaya, pelantikan Wakil Menteri Keuangan baru diharapkan akan dilaksanakan pada bulan Februari 2026. Hal ini menandai langkah penting bagi kementerian, terutama dalam hal pengelolaan anggaran dan penerimaan negara.
Purbaya memastikan bahwa meski ada penambahan posisi baru, ia akan tetap menangani sektor penerimaan pajak dan bea cukai secara langsung. Ini menunjukkan pengakuan akan pentingnya aspek tersebut dalam menjaga kestabilan keuangan negara.
Dengan kesempatan untuk menyusun ulang tugas dan posisi di dalam Kemenkeu, diharapkan akan ada efisiensi yang lebih baik. Ini sangat penting mengingat defisit anggaran yang menjadi masalah serius di tingkat pemerintah.








