Astra Daihatsu Motor (ADM) baru saja mencatatkan pencapaian monumental dengan produksi mencapai 9 juta unit di Indonesia. Ini merupakan hasil yang diraih dalam kurun waktu 47 tahun, sejak pabrik Daihatsu pertama kali dibangun di Tanah Air pada tahun 1978.
Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah bagi ADM, terutama setelah dua tahun sebelumnya mereka telah merayakan produksi 8 juta unit. Momen tersebut juga ditandai dengan peluncuran model Low SUV Terios, menjadi simbol dari kesuksesan perusahaan dalam industri otomotif di Indonesia.
Yasushi Kyoda, Presiden Direktur ADM, menyatakan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pelanggan, supplier, dan berbagai pihak yang terlibat dalam proses produksi selama ini.
Perjalanan Panjang Astra Daihatsu Motor di Indonesia
ADM memulai perjalanan di industri otomotif dengan merakit kendaraan roda tiga yang dikenal dengan nama Midget. Kendaraan ini dulunya sering digunakan sebagai transportasi umum di Jakarta, mengawali perjalanan panjang Daihatsu di pasar otomotif Indonesia.
Saat ini, ADM telah menjadi salah satu produsen mobil terbesar di Indonesia, dengan enam pabrik yang beroperasi dan berbagai fasilitas pendukung seperti R&D Center dan Service Part Center. Semua ini mengokohkan posisi ADM sebagai pemimpin industri otomotif di tanah air.
Dari kemampuan produksi yang mencapai 530 ribu unit per tahun, ADM tak hanya memenuhi permintaan lokal, tetapi juga berkontribusi dalam ekspor. Ini menunjukkan bahwa produk-produk yang dihasilkan telah memiliki daya saing yang tinggi di pasar global.
Peran ADM dalam Meningkatkan Ekonomi Lokal
ADM berkomitmen untuk memaksimalkan penggunaan komponen lokal, yang saat ini sudah mencapai lebih dari 80 persen. Hal ini tidak hanya menunjang proses produksi tetapi juga berkontribusi secara langsung kepada perekonomian lokal.
Dukungan terhadap industri kecil dan menengah sangat mencolok, dengan keterlibatan sekitar 1.700 supplier lokal dan 700 UMKM yang menjalin kerja sama dengan ADM. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan industri otomotif dapat menciptakan peluang bagi masyarakat lokal.
Penggunaan komponen lokal yang tinggi juga mencerminkan upaya ADM untuk menjadi lebih mandiri dalam proses produksi dan mengurangi ketergantungan pada komponen impor. Ini adalah langkah strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Model Produksi Teratas dan Capaian di Masa Depan
Walaupun Terios menjadi model terakhir dalam penutupan akumulasi produksi 9 juta unit, terdapat dua model lainnya yang tetap mendominasi angka produksi. Model tersebut adalah Avanza dan Gran Max, yang telah menjadi favorit di kalangan konsumen.
Direktur Marketing dan Perencanaan ADM, Sri Agung Handayani, menegaskan bahwa produksi Avanza dan Gran Max masih menduduki posisi teratas dalam hal jumlah unit yang diproduksi. Kedua model ini telah menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat di Indonesia.
Pencapaian 9 juta unit bukanlah akhir dari perjalanan ADM; perusahaan ini berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas produksinya. Dengan perkembangan teknologi dan persaingan yang semakin ketat, producer otomotif seperti ADM harus terus beradaptasi untuk mempertahankan posisi mereka di pasar.
Pendapat Pemerintah terhadap Capaian ADM
Pencapaian signifikan ADM mendapatkan perhatian positif dari pemerintah Indonesia. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, menyampaikan apresiasinya berupa dukungan terhadap pertumbuhan industri otomotif nasional.
Dalam kesempatan itu, Agus berharap ADM terus memproduksi kendaraan yang berkualitas dan berkontribusi pada pertumbuhan industri otomotif secara berkelanjutan. Ia juga menyoroti keberadaan fasilitas manufaktur baru yang bersifat ramah lingkungan sebagai langkah menuju industri yang berkelanjutan.
Keberadaan pabrik modern ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar internasional, sehingga Indonesia bisa menjadi kiblat industri otomotif di kawasan Asia Tenggara.