Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, baru-baru ini mengungkapkan kekhawatirannya terkait sejumlah insiden mobil listrik yang terbakar. Meskipun mobil listrik memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan kemajuan teknologi, risiko keselamatan yang ditimbulkan juga harus diperhatikan dengan serius.
Ia menekankan pentingnya memahami kedua sisi dari keberadaan mobil listrik ini. Di satu sisi, manfaatnya jelas terlihat, sementara di sisi lain, potensi bahaya yang berkaitan dengan teknologi ini perlu dicermati agar keselamatan pengguna tetap terjaga.
Pentingnya Keselamatan dalam Penggunaan Mobil Listrik
Sebelum mempromosikan mobil listrik secara luas, Agus berpendapat bahwa regulasi dan edukasi harus diutamakan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama bagi masyarakat yang mungkin belum sepenuhnya memahami cara penggunaan serta perawatan kendaraan listrik ini.
Pihak kepolisian berupaya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi risiko penggunaan mobil listrik. Kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian juga dilakukan untuk menciptakan pemahaman yang komprehensif tentang kendaraan listrik dan implikasinya.
Berdasarkan pengalamannya, Agus menyatakan bahwa effekt pengetahuan yang baik dapat membantu mengurangi risiko terjadinya insiden. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih nyaman dan aman dalam bertransaksi menggunakan mobil listrik.
Insiden Kebakaran Mobil Listrik yang Terjadi di Indonesia
Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia telah menyaksikan sejumlah insiden kebakaran yang melibatkan mobil listrik. Salah satu contoh adalah kasus BYD Seal yang mengeluarkan asap di Jakarta saat diparkir di garasi pada Mei 2025 tanpa ada indikasi sebelumnya.
Insiden lain yang tak kalah mencuri perhatian adalah kebakaran mobil Wuling Air EV pada Juli 2025 di Bandung, Jawa Barat. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut meskipun mobil tersebut terbakar habis tersisa rangka.
Terkini, sebuah kejadian lebih tragis terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara, di mana kebakaran mobil listrik mengakibatkan lima orang kehilangan nyawa. Hal ini diduga disebabkan oleh masalah pada sistem pengisian daya, seakan menjadi tanda bahwa keselamatan harus menjadi perhatian utama.
Perhatian Terhadap Inovasi Teknologi Mobil Listrik
Agus menyatakan bahwa pengembangan mobil listrik di Indonesia harus dilakukan dengan pendekatan yang bijaksana. Pihaknya berkomitmen untuk memfasilitasi kemajuan dan inovasi di bidang otomotif, namun tetap dengan memperhatikan aspek keselamatan dan fungsionalitas kendaraan.
Langkah-langkah preventif diperlukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Ini termasuk pemeriksaan rutin dan pelatihan tentang penggunaan serta pemeliharaan kendaraan listrik bagi penggunanya.
Kondisi ini juga mengisyaratkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, produsen otomotif, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang aman dan nyaman bagi semua pengguna kendaraan listrik.











