Penjualan sepeda motor di Indonesia menunjukkan tren positif selama periode Januari hingga Oktober 2025, dengan total penjualan mencapai 5,4 juta unit. Angka ini semakin mendekati target yang ditetapkan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), yang berkisar antara 6,4 juta hingga 6,7 juta unit untuk tahun ini.
Agar dapat mencapai angka tersebut, anggota AISI diharuskan menjual setidaknya satu juta unit atau 500.000 unit per bulan pada bulan November dan Desember. Dengan pencapaian yang ada, optimisme para produsen terhadap pasar sepeda motor masih terjaga.
Pada bulan Oktober 2025, penjualan motor baru dari lima anggota utama AISI—Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS—mencapai 590.362 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 567.173 unit.
Selain penjualan domestik, ekspor sepeda motor juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Total ekspor untuk bulan Oktober mengalami kenaikan, dari 43.926 unit di bulan September menjadi 49.009 unit. Ini membuktikan bahwa produk Indonesia mulai mendapatkan tempat di pasar internasional.
Analisis Terhadap Data Penjualan Sepeda Motor 2025
Kenaikan penjualan yang signifikan ini memberikan harapan kepada seluruh industri sepeda motor di Indonesia. Dengan pencapaian terbaru, para produsen merasa yakin dapat meraih target yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. AISI telah mencatat target ambisius yang lebih besar, dimana penjualan tahun lalu tercatat sebanyak 6,33 juta unit.
Pentingnya strategi dan inovasi dalam produk juga menjadi kunci dalam menghadapi kompetisi pasar. Para produsen sepeda motor harus terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen dan perubahan tren yang terjadi di industri otomotif. Hal ini akan menentukan posisi mereka dalam merebut pangsa pasar yang semakin ketat.
Dari data yang ada, terlihat bahwa setiap bulan ada fluktuasi dalam penjualan. Misalnya, penjualan tertinggi terjadi pada bulan Juli dengan 587.048 unit, dan terendah di bulan April dengan 406.691 unit. Fluktuasi ini menunjukkan bagaimana faktor musiman atau peluncuran model baru dapat memengaruhi angka penjualan secara keseluruhan.
Selanjutnya, AISI juga mencatat volume ekspor yang cukup signifikan. Hingga bulan Oktober, total ekspor CBU (Completely Built Up) sepeda motor dari Indonesia mencapai 459.166 unit. Ini menunjukkan bahwa produk-produk lokal mampu bersaing di pasar global.
Ekspor dalam bentuk Completely Knock Down (CKD) yang mencapai 715.873 unit pada bulan Oktober juga menunjukkan peningkatan, meski hanya sedikit dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa produksi dan pengiriman semakin teratur dan terencana dengan baik.
Peran AISI dalam Mendorong Pertumbuhan Pasar
AISI berperan penting dalam mendorong pertumbuhan pasar sepeda motor di Indonesia. Mereka melakukan berbagai usaha dalam hal pengembangan industri, pemanduan kebijakan, dan pengawasan penjualan untuk memastikan kelangsungan industri otomotif di tanah air. Dukungan dari AISI sangat berpengaruh terhadap pencapaian target penjualan yang diinginkan.
Ketua Umum AISI, Johannes Loman, menegaskan keyakinannya bahwa penjualan sepeda motor baru di Indonesia akan tumbuh. Menurutnya, meskipun terjadi tantangan, ada pula peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong penjualan hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
Salah satu fokus AISI adalah peningkatan kualitas dan inovasi produk. Dengan terus mengikuti perkembangan teknologi, produsen dapat membawa produk yang lebih efisien dan ramah lingkungan, yang sesuai dengan tuntutan konsumen modern.
Selain itu, AISI juga berusaha menjaga kolaborasi yang baik dengan pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Ini termasuk pengembangan infrastruktur dan regulasi yang mendukung pertumbuhan industri sepeda motor di Indonesia.
Melalui kerjasama ini, AISI diharapkan dapat membantu mempercepat proses perizinan, serta memberikan kemudahan bagi produsen untuk meningkatkan produksi dan distribusi mereka. Semua upaya ini bertujuan untuk menjaga kestabilan pasar dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penjualan Motor di Indonesia
Beberapa faktor berkontribusi pada tren peningkatan penjualan sepeda motor di Indonesia selama tahun 2025. Pertama, pendapatan masyarakat yang semakin meningkat turut mendorong daya beli konsumen. Masyarakat kian mengenal manfaat dan efisiensi dari menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi harian.
Portofolio produk yang kaya dan bervariasi dari masing-masing produsen juga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan menawarkan berbagai pilihan model dan harga, konsumen memiliki kebebasan untuk memilih sesuai kebutuhan dan budget mereka.
Selain itu, inovasi teknologi dalam produk sepeda motor, seperti penghematan bahan bakar dan fitur keselamatan yang lebih baik, meningkatkan minat beli konsumen. Kualitas dan reputasi merek juga menjadi salah satu pertimbangan sebelum melakukan pembelian.
Faktor lainnya adalah pergeseran preferensi konsumen di mana semakin banyak yang beralih ke sepeda motor sebagai alternatif transportasi. Kondisi kemacetan di kota-kota besar menjadikan sepeda motor sebagai solusi yang lebih efisien dan praktis.
Terakhir, dampak dari promosi dan program penjualan yang ditawarkan produsen juga menjadi elemen penting. Diskon, cicilan ringan, dan program trade-in memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan sepeda motor baru.











