Penjualan sepeda motor di Indonesia menunjukkan pencapaian yang mengejutkan pada tahun 2025, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Dengan total penjualan mencapai 6,4 juta unit, ini menunjukkan bahwa industri roda dua memiliki daya tahan yang baik meskipun ada tantangan terkait daya beli masyarakat.
Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat bahwa penjualan sepeda motor selama 12 bulan terakhir mengalami peningkatan. Angka penjualan tersebut naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 6.333.310 unit, memberikan harapan baru bagi industri sepeda motor di tanah air.
Analisis Penjualan Sepeda Motor di Indonesia pada Tahun 2025
Salah satu faktor yang berkontribusi pada kenaikan penjualan sepeda motor adalah diversifikasi produk yang ditawarkan. Berbagai pabrikan terus berinovasi dengan menghasilkan model-model baru yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen. Hal ini merupakan salah satu strategi yang terbukti efektif dalam meningkatkan daya tarik konsumen terhadap produk yang mereka tawarkan.
Selain itu, pertumbuhan penjualan ini juga didorong oleh kebutuhan mobilitas yang semakin meningkat di tengah urbanisasi. Masyarakat mencari alternatif transportasi yang lebih efisien dan hemat biaya, dan sepeda motor menjadi pilihan utama. Inilah yang mendorong masyarakat untuk tetap melakukan pembelian meskipun kondisi ekonomi kurang mendukung.
Dari segi demografis, pangsa pasar sepeda motor di kalangan generasi muda menjadi semakin luas. Para pengguna muda yang aktif sering memilih sepeda motor sebagai alat transportasi sehari-hari. Terbukti, model skuter menjadi salah satu yang paling laku di pasaran.
Kinerja Ekspor Sepeda Motor di Tahun 2025 yang Stabil
Sementara itu, ekspor sepeda motor dalam kondisi yang bervariasi. Meskipun terjadi sedikit penurunan dalam ekspor CBU (Completely Built Up) menjadi 544.133 unit, sektor ini tetap menunjukkan ketahanan. Pada tahun sebelumnya, angka ekspor CBU tercatat pada 572.506 unit.
Pada saat yang sama, ekspor dalam bentuk CKD (Completely Knock Down) menembus angka 8.139.894 unit. Hal ini menunjukkan bahwa produsen sepeda motor Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas pasar internasional, meskipun terdapat tantangan di pasar global.
Dengan jumlah part by part yang diekspor mencapai 138.455.487 unit, ini menunjukkan bahwa industri sepeda motor nasional memiliki potensi untuk berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi Indonesia. Strategi ekspor ini kemungkinan akan berlanjut di tahun-tahun mendatang, mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.
Persaingan dan Prediksi Pasar Sepeda Motor untuk 2026
Honda tetap menjadi pemimpin pasar sepeda motor di Indonesia, menguasai hampir 80 persen pangsa pasar. Menurut data yang diterima, Astra Honda Motor berhasil mempertahankan posisinya dengan menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Kenaikan kecil sebesar 0,08 persen dalam penjualan dibanding tahun sebelumnya menunjukkan bahwa meskipun pasar berombak, mereka mampu bertahan.
Model-model skuter seperti Beat, Scoopy, dan Vario Series menjadi andalan bagi Honda. Popularitas model ini menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih kendaraan yang praktis dan efisien dalam penggunaan sehari-hari, khususnya di lingkungan perkotaan.
Dengan tantangan yang ada, para produsen sepeda motor Indonesia harus terus berinovasi dan menyesuaikan strategi pemasaran. Diharapkan bahwa dengan peningkatan dalam teknologi dan adaptasi terhadap tren baru, penjualan sepeda motor akan tetap meningkat di tahun 2026 dan seterusnya.











