Penjualan mobil di Malaysia pada awal tahun 2025 menunjukkan persaingan yang semakin ketat dengan Indonesia. Data yang dirilis oleh masing-masing asosiasi otomotif mencerminkan selisih pasar yang semakin tipis antara kedua negara.
Menurut laporan dari asosiasi otomotif Malaysia, penjualan mobil baru untuk periode Januari hingga September mencapai angka 579.336 unit. Meskipun demikian, angka ini mengalami penurunan sebesar tiga persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sementara itu, statistik dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan total di Indonesia untuk periode yang sama adalah 585.917 unit. Angka tersebut menunjukkan penurunan yang lebih tajam sebesar 10,9 persen dalam penjualan mobil retail.
Analisis Terhadap Penjualan Mobil di Malaysia dan Indonesia
Data menunjukkan bahwa penjualan mobil di Malaysia selama sembilan bulan pertama tahun ini mengalami penurunan, dengan total penjualan mencapai 579.336 unit. Penyebab penurunan ini sebagian besar diperkirakan akibat faktor ekonomi dan perubahan perilaku konsumen yang lebih berhati-hati.
Di Indonesia, meskipun terjadi penurunan yang lebih signifikan, penjualan retail menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan Malaysia. Hal ini mencerminkan minat konsumen Indonesia yang tetap kuat meskipun adanya faktor-faktor yang menekan pasar.
Pada bulan September 2025, Indonesia melaporkan penjualan mobil retail sebanyak 63.723 unit. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Malaysia yang hanya mencatatkan 58.490 unit dalam periode yang sama, menunjukkan dominasi pasar Indonesia saat ini.
Penyebab Penurunan Penjualan Mobil di Malaysia
Penurunan penjualan mobil di Malaysia sebagian disebabkan oleh banyaknya hari libur nasional yang memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli. Meskipun demikian, asosiasi otomotif di Malaysia merasa optimis bahwa penjualan akan meningkat pada bulan-bulan mendatang.
Banyak konsumen di Malaysia tampaknya berada dalam kondisi ‘wait and see,’ di mana mereka lebih memilih untuk menunggu sebelum mengambil keputusan membeli mobil baru. Sikap ini berpotensi memengaruhi kinerja penjualan di masa mendatang.
Dari sisi produsen, mereka berencana melakukan berbagai strategi promosi untuk menarik perhatian konsumen. Harapan tinggi diletakkan pada bulan Oktober 2025, di mana diharapkan penjualan akan meningkat seiring dengan strategi yang dijalankan oleh produsen kendaraan.
Pembandingan Penjualan Retail dan Wholesales di Indonesia
Data dari Gaikindo menunjukkan bahwa penjualan wholesales di Indonesia selama periode yang sama mencapai 561.819 unit. Angka ini mencerminkan penurunan 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih menunjukkan kekuatan pasar.
Penjualan mobil di Indonesia pada bulan September juga mencerminkan ketahanan pasar, meskipun adanya penurunan. Angka wholesales mencapai 62.071 unit, memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan penjualan mobil di kawasan ini.
Melihat tren ini, kinerja pasar otomotif di Indonesia tetap menunjukkan ketahanan meskipun kondisi ekonomi global tidak menentu. Para pelaku industri berharap untuk menemukan solusi yang tepat untuk menarik kembali minat konsumen dalam waktu dekat.











