Penghijauan kota Jakarta bukan hanya sekadar penghias visual, tetapi juga sebuah kebutuhan ekologis yang mendesak. Dengan meningkatnya suhu dan polusi di lingkungan perkotaan, langkah-langkah strategis untuk menanam pohon dan tanaman hias menjadi lebih penting dari sebelumnya.
Kegiatan penghijauan ini berdampak positif tidak hanya pada suhu lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat dan kesadaran lingkungan. Tanaman berfungsi sebagai pembersih udara yang alami serta menambah keindahan kota.
Dalam rangka mewujudkan konsep kota yang lebih hijau, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat (Sudin Tamhut Jakbar) mengambil inisiatif untuk menanam banyak pohon. Pada Januari 2026, mereka berhasil menanam 30 pohon pelindung dan 43.823 tanaman hias.
Kepala Sudin Tamhut Jakarta Barat, Dirja Kusuma, mengungkapkan bahwa kegiatan penanaman tersebut mencakup area-area kosong yang ada di delapan kecamatan di Jakarta. Ini termasuk taman, bantaran kali, median jalan, serta Tempat Pemakaman Umum (TPU).
“Kami berfokus pada lahan milik Pemprov, seperti taman dan median jalan,” tambah Dirja. Melalui penanaman ini, diharapkan pengelolaan ruang publik bisa lebih baik dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Proyek penghijauan ini dirancang untuk memastikan bahwa distribusi pohon dan tanaman hias terjadi secara merata. Ini juga mencakup lokasi-lokasi yang sering diabaikan dan kurang terawat.
Mengapa Penghijauan Sangat Penting untuk Jakarta?
Jakarta sebagai salah satu kota terbesar di dunia menghadapi berbagai tantangan, seperti polusi udara dan suhu yang ekstrem. Penghijauan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
Pohon pelindung membantu menyerap emisi karbon dan mengurangi efek rumah kaca. Selain itu, mereka juga dapat memberikan keteduhan yang sangat dibutuhkan bagi pejalan kaki dan pengguna jalan.
Selain fungsi estetika, tanaman hias juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lingkungan yang hijau dapat mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati secara keseluruhan.
Impak Lingkungan dari Kegiatan Penghijauan
Penghijauan tidak hanya sekadar menanam pohon, tetapi juga melibatkan perbaikan kualitas tanah. Tanaman dapat membantu mengendalikan erosi dan mengelola air hujan dengan lebih baik.
Resapan air menjadi lebih efektif ketika terdapat banyak ruang hijau. Dengan demikian, risiko banjir dapat berkurang, terutama saat musim hujan tiba.
Kami diajarkan bahwa lingkungan hijau dapat menetralkan beberapa dampak negatif dari urbanisasi. Proyek ini memberikan harapan baru untuk menciptakan ekosistem yang lebih seimbang di kawasan perkotaan.
Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Penghijauan
Keterlibatan masyarakat merupakan kunci dalam keberhasilan program penghijauan. Dengan melibatkan warga, kita dapat membangun rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.
Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan penghijauan akan lebih menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam. Ini penting untuk memastikan keberlangsungan proyek tersebut dalam jangka panjang.
Program penghijauan harus melibatkan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan begitu, generasi mendatang akan lebih sadar akan tanggung jawab menjaga alam.











