Dalam babak semifinal BWF World Tour Finals 2025 yang berlangsung di Hangzhou, langkah ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, harus terhenti. Mereka menghadapi pasangan ganda Korea Selatan, Kim Won Ho dan Seo Seung Jae, dan tidak berhasil melanjutkan ke final setelah kalah dalam dua set langsung.
Meskipun berjuang keras, Sabar dan Reza tidak mampu mengatasi dominasi lawan yang lebih siap. Pada pertandingan yang berlangsung di Hangzhou Olympic Sports Center Gymnasium, mereka kalah dengan skor 9-21 dan 11-21, yang mencerminkan kesulitan yang mereka alami di lapangan.
Kekalahan ini diakibatkan oleh masalah cedera yang dialami Reza pada pergelangan kakinya. Sabar menyatakan kondisi fisik pasangannya menghalangi mereka untuk bermain secara optimal, tetapi keduanya tetap berusaha memberikan penampilan terbaik dalam pertandingan tersebut.
Penyebab Keterpurukan dalam Pertandingan Semifinal
Selama semifinal, Reza tidak bisa berlari dengan cepat dan lincah, yang sangat diperlukan dalam pertandingan bulutangkis. Cedera yang ia alami berpengaruh besar pada performanya dan hal ini disadari oleh Sabar yang memperhatikan keterbatasan rekan satu timnya.
Reza mengkonfirmasi bahwa ketidaknyamanan pada pergelangan kaki kirinya sudah mulai terasa sejak pertandingan ketiga di babak penyisihan grup. Meskipun demikian, ia berusaha memaksakan diri untuk tampil di semifinal karena ingin memberikan yang terbaik untuk tim.
Sayangnya, kondisi Reza semakin memburuk saat pertandingan berlangsung. Meskipun mengandalkan pengalaman, kesakitan yang terus dirasakan membuatnya kesulitan untuk beraksi secara efektif di lapangan.
Perjuangan Ganda Putra Indonesia Diakui Masyarakat
Walaupun gagal melaju ke final, Sabar dan Reza tetap mendapatkan apresiasi dari penggemar dan masyarakat. Banyak yang mengakui bahwa usaha mereka untuk tampil di level tinggi dalam kondisi yang tidak ideal adalah sebuah tindakan yang patut dicontoh.
Keberanian Sabar dan Reza untuk bertanding meski dalam keadaan cedera menunjukkan mentalitas juara yang kuat. Masyarakat berharap agar keduanya dapat pulih dan kembali berkompetisi di event-event berikutnya dengan performa yang lebih baik.
Pada turnamen tersebut, Sabar dan Reza menunjukkan semangat juang yang tinggi. Meskipun terhenti di semifinal, mereka berhasil mencapai babak empat besar, yang merupakan pencapaian signifikan dalam karir bulutangkis mereka.
Pelajaran yang Dapat Diambil dari Kekalahan Ini
Kekalahan ini memberikan banyak pelajaran penting bagi Sabar dan Reza mengenai betapa pentingnya kebugaran fisik dalam olahraga. Persiapan yang matang dan menjaga kebugaran adalah hal yang tidak bisa diabaikan, terutama pada turnamen bergengsi.
Para pelatih dan manajemen harus lebih peka dalam menangani cedera para atlet, agar bisa memperkirakan risiko sebelum pertandingan besar. Terapi dan perawatan yang tepat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi atlet agar tetap optimal saat bertanding.
Selain itu, pengalaman menghadapi tekanan di turnamen bergengsi akan menambah mentalitas mereka ke depan. Dalam setiap pertandingan, baik kemenangan maupun kekalahan, ada banyak hal yang bisa dipelajari untuk meningkatkan performa di masa mendatang.











