Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa, meraih pengakuan atas upayanya di bidang tersebut. Penghargaan yang diterima menandakan pengaruh positif yang dimiliki BRI dalam pembangunan ekonomi lokal dan pemerataan kesejahteraan.
Dalam rangkaian Puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang berlangsung di Boyolali, Jawa Tengah, BRI diumumkan sebagai penerima penghargaan “Mendukung Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.” Penyerahan penghargaan ini dilakukan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas karya nyata BRI dalam memperkuat desa. Selaras dengan cita-cita Presiden Republik Indonesia, penghargaan ini menegaskan pentingnya dukungan terhadap desa sebagai fondasi ekonomi nasional.
Puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dan Tema Besar yang Diusung
Puncak peringatan ini mengambil tema “Bangun Desa Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia,” yang menyoroti pentingnya desa dalam pembangunan negara. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk menteri, kepala daerah, dan pemangku kepentingan yang berfokus pada pengembangan desa.
Keberadaan berbagai kementerian dan lembaga di acara ini mencerminkan komitmen kolaboratif untuk mendukung masyarakat desa. Ini menandakan bahwa pembangunan desa membutuhkan kerjasama lintas sektoral yang nyata agar lebih efektif.
Dalam forum tersebut, ada berbagai diskusi mengenai strategi pembangunan desa yang berkelanjutan. Pihak-pihak yang hadir berdiskusi mengenai potensi desa sebagai kekuatan ekonomi yang dapat memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat luas.
Peran Utama BRI dalam Pemberdayaan Ekonomi Desa
Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menekankan bahwa penghargaan yang diterima memperkuat komitmen BRI untuk terus berkontribusi pada pembangunan desa. “Kami akan memperluas akses layanan keuangan dan mendukung program yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.
BRI telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk pemberdayaan desa, termasuk Program Desa BRILiaN. Program ini dirancang untuk mendorong desa dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui berbagai strategi digitalisasi dan pengembangan inovasi.
Dengan penguatan Badan Usaha Milik Desa dan penerapan prinsip keberlanjutan, BRI berupaya memberikan kontribusi maksimal. BRI juga melihat pentingnya jaringan luas untuk menghadirkan akses layanan keuangan yang memadai.
Inisiatif Kreatif untuk Memperkuat Ekosistem Ekonomi Desa
BRI tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi tetapi juga mengembangkan berbagai inisiatif untuk meningkatkan produktivitas desa. Salah satunya adalah perluasan jaringan BRILink Agen yang memudahkan akses keuangan di daerah terpencil.
Pengembangan platform digital seperti LinkUMKM menjadi salah satu upaya BRI untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan omset dan keberlangsungan usaha kecil di desa.
Melalui program Klasterku Hidupku, BRI mendorong kolaborasi antar pelaku usaha dalam komunitas. Pendekatan berbasis komunitas ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan daya saing usaha desa.
Kontribusi BRI Terhadap Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia
Penghargaan yang diraih oleh BRI tidak hanya menandakan keberhasilan institusi tersebut, tetapi juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat. Sinergi ini menjadi pendorong utama dalam penciptaan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Riko Tasmaya menekankan bahwa ke depan, BRI akan terus berkomitmen untuk mendukung penguatan kapasitas ekonomi di desa. Inovasi dan digitalisasi menjadi faktor kunci dalam strategi tersebut, untuk mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing.
Masyarakat desa diharapkan dapat merasakan dampak langsung dari program-program yang dihadirkan. BRI yakin bahwa dengan pendekatan yang tepat, desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.










