Nasib tragis dialami oleh Sudrajat, seorang penjual es kue di Utan Panjang, Jakarta Pusat. Dalam sebuah insiden yang mengguncang, dia dituduh menjual makanan yang berbahaya, dan lebih parahnya lagi, dia mengalami penganiayaan oleh oknum yang seharusnya melindunginya.
Dengan usia 50 tahun, Sudrajat tidak menyangka bahwa profesinya sebagai penjual es kue dapat membawanya kepada pengalaman menyakitkan. Ketika dia sedang melayani pelanggan, tuduhan sewenang-wenang muncul, yang berujung pada penganiayaan yang mengerikan.
Sudrajat merasakan ketidakadilan yang mendalam ketika mencoba menjelaskan bahwa es kue yang dijualnya terbuat dari bahan yang aman. Situasi semakin buruk ketika dia berada dalam lingkungan yang seharusnya aman, justru menjadi tempat penganiayaan fisik yang brutal.
Dampak Tuduhan yang Tidak Berdasarkan pada Fakta
Tuduhan yang dialami Sudrajat menciptakan situasi yang mencekam bagi dirinya. Dia merasa tertekan dan tidak berdaya saat dituduh menjual produk yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Kekhawatiran akan reputasinya sebagai penjual yang jujur membuatnya lebih gelisah. Dia merasa tuntutan untuk membuktikan diri semakin berat dan mengganggu konsentrasi dalam menjalankan usahanya.
Situasi tersebut juga memicu rasa ketidakadilan di lingkungan sekitar. Kejadian itu menggugah perhatian warga lain yang menyaksikan bagaimana seorang penjual kecil diperlakukan dengan cara yang merendahkan.
Proses Penangkapan dan Interogasi yang Menghancurkan
Setelah mengalami tekanan dari pembeli, Sudrajat dibawa ke pos keamanan untuk diinterogasi. Di tempat tersebut, dia tidak hanya diinterogasi, tetapi juga menjadi korban kekerasan fisik.
Pukulan dan tendangan dari oknum TNI dan Polri membuatnya merasakan sakit yang luar biasa. Dia menggambarkan pengalaman traumatis tersebut dengan detail yang membuat siapa pun yang mendengar merasa berempati.
Kekerasan yang dialaminya bukan hanya fisik, tetapi juga merupakan penghinaan terhadap martabatnya sebagai manusia. Dia merasa terjebak antara menjalankan profesi dan mempertahankan jati diri di tengah situasi yang meresahkan.
Upaya Sudrajat untuk Membuktikan Kebenarannya
Setelah mengalami penganiayaan, Sudrajat berusaha membela diri dengan memberikan penjelasan. Dia menjelaskan bahwa es kue yang dijualnya tidak mengandung bahan berbahaya dan bisa dibuktikan.
Meskipun mengaku bahwa dagangan yang dijualnya hanya merupakan jualan setoran, bukti tersebut tampaknya tidak memengaruhi sikap oknum yang mengecewakan. Sudrajat merasa semakin terdesak oleh situasi yang tidak adil ini.
Dia juga menceritakan bahwa dia membawa pelanggan menuju lokasi tempat dia mengambil es untuk meyakinkan mereka. Upaya tersebut adalah bentuk dari keinginan untuk membersihkan nama baiknya sebagai pedagang yang jujur.











