Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor, mengungkapkan kebutuhan mendesak akan tindakan nyata dari pemerintah untuk menangani masalah yang melanda industri otomotif nasional. Dengan adanya ancaman PHK massal yang mengintai industri komponen otomotif, situasi ini menjadi semakin kritis seiring penurunan penjualan kendaraan di pasar domestik.
Dia menekankan bahwa kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Penurunan penjualan kendaraan dinilai tidak terangkat oleh impor mobil listrik yang sepenuhnya sudah dirakit, yang justru memperburuk keadaan industri lokal.
“Gerakan pemerintah dalam menyikapi masalah ini terlihat lamban, dan jika pasar terus menurun, kami khawatir pengurangan karyawan akan menjadi tak terelakkan,” ujar Rachmat pada pernyataannya baru-baru ini.
Dampak PHK Terhadap Industri Komponen Otomotif di Indonesia
GIAMM, sebagai asosiasi, aktif mengajukan saran kepada pemerintah untuk memberikan insentif terhadap produk otomotif yang memiliki proporsi komponen lokal yang tinggi. Usulan ini bertujuan untuk merangsang pasar domestik dan mengurangi dampak negatif dari PHK yang sudah terjadi.
Mereka berharap adanya kebijakan PPnBM-DTP untuk produk dengan konten lokal lebih dari 60 persen bisa menghidupkan kembali pasar komponen. Hal ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan industri dan kesejahteraan para pekerja.
Rachmat menjelaskan bahwa selama ini pengurangan karyawan sudah terjadi sejak pertengahan 2024. Meskipun tidak merinci jumlah total pekerja yang terkena dampak, dia menyebutkan bahwa angka tersebut bervariasi antara 3 hingga 23 persen tergantung jenis perusahaan.
Penurunan Jualan Kendaraan dan Implikasinya terhadap Perekonomian
Data terbaru menunjukkan penurunan yang signifikan dalam penjualan kendaraan di Indonesia. Penjualan kendaraan roda empat, baik untuk retail maupun wholesales, mengalami penurunan drastis dari tahun sebelumnya, yang berdampak negatif terhadap industri secara keseluruhan.
Penurunan juga dirasakan di sektor kendaraan roda dua, di mana angka penjualan juga tidak menggembirakan. Situasi ini mencerminkan kondisi pasar otomotif yang lesu dan memerlukan perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pelaku industri.
Menurut Rachmat, jika penurunan ini terus berlanjut, daya saing industri lokal akan semakin terancam. Hal ini bisa membawa konsekuensi lebih jauh, seperti peningkatan PHK dan penutupan pabrik-pabrik komponen otomotif, yang pada gilirannya akan berdampak pada perekonomian nasional.
Langkah Strategis yang Diberlukan untuk Memulihkan Pasar
Dalam mencari solusi, GIAMM merekomendasikan beberapa langkah strategis yang bisa diambil pemerintah. Salah satunya adalah mendorong produksi kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik.
Rachmat menekankan pentingnya mengoptimalkan penggunaan komponen lokal agar industri otomotif dapat merangsang pertumbuhan ekonomi. Ini dianggap sebagai langkah yang dapat memberikan dorongan terhadap pasar domestik.
Selain itu, dukungan dari pemerintah dalam hal regulasi dan insentif juga sangat diperlukan. Kebijakan yang mendukung industri lokal, terutama dalam kemudahan akses bahan baku dan insentif pajak, akan sangat membantu dalam pemulihan pasar.