Motor milik Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dunia akibat insiden tragis saat aksi unjuk rasa, akhirnya ditemukan setelah sebelumnya dinyatakan hilang. Kejadian ini terjadi pada tanggal 28 Agustus dan melibatkan kendaraan taktis Brimob yang menyebabkan kerugian yang mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.
Menurut informasi yang diberikan oleh kerabat Affan, Iyan Ressy, skuter yang berwarna hitam dengan nomor plat B 5029 BNK ini sulit ditemukan setelah terjadinya kecelakaan. Kejadian tersebut menyebabkan kepanikan dan kesedihan di kalangan orang-orang terdekat dan masyarakat luas yang mengikuti berita mengenai peristiwa ini.
Iyan sebelumnya melakukan unggahan penting di Instagram pribadinya yang berisi permohonan untuk menemukan motor Affan. Dalam unggahannya, dia meminta kejujuran dari siapa saja yang mungkin mengetahui informasi mengenai keberadaan motor tersebut.
Pemeriksaan Lebih Dalam Terhadap Kecelakaan Tragis Ini
Setelah beberapa waktu, Iyan kembali mengupdate situasi dengan baik, menginformasikan bahwa motor Affan akhirnya ditemukan. Dalam unggahannya, dia menyertakan foto motor yang ditemukan beserta beberapa orang yang membantunya, lengkap dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK) sebagai bukti kepemilikan.
Affan, pada malam kejadian tragis itu, bukanlah peserta demonstrasi, melainkan sedang mengantarkan pesanan makanan. Insiden itu mengejutkan banyak orang dan memicu reaksi keras dari masyarakat, apalagi ketika mengetahui bahwa ia merupakan korban ketidakadilan dalam situasi yang tidak beralasan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kemudian memberikan pernyataan resmi, meminta maaf atas insiden yang sangat menyedihkan ini. Ia mengakui rasa penyesalan yang mendalam terkait peristiwa yang merenggut nyawa pengemudi ojek online tersebut.
Dampak Sosial dari Kecelakaan yang Terjadi
Insiden tersebut tidak hanya memicu ketidakpuasan di kalangan keluarga dan kerabat Affan, tetapi juga memicu protes dari pengemudi ojek online lainnya. Aksi demonstrasi di Mako Brimob Kwitang, Jakarta, menunjukkan bahwa masyarakat merasa terdampak dan tidak terima dengan kejadian tersebut.
Perasaan marah dan dikhianati semakin besar di media sosial, di mana banyak orang mengungkapkan rasa simpati dan solidaritas terhadap keluarga Affan. Banyak yang mengecam tindakan yang dianggap tidak bertanggung jawab dari pihak keamanan, terutama dalam penanganan aksi unjuk rasa.
Kapolri, melalui pernyataannya, menyatakan bahwa Divisi Propam Polri telah diterjunkan untuk menyelidiki lebih lanjut peristiwa tersebut. Ini mencerminkan komitmen untuk memastikan bahwa keadilan dapat ditegakkan bagi semua korban insiden yang tak terduga seperti ini.
Solidaritas dari Masyarakat untuk Keluarga Korban
Setelah berita mengenai kematian Affan menyebar, banyak pihak menunjukkan kepedulian mereka. Dukungan kepada keluarga Affan mengalir dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari individu hingga organisasi ojek online yang bersolidaritas dengan kondisi yang dialami oleh keluarga.
Beberapa inisiatif telah dibuat untuk membantu keluarga korban, baik dalam bentuk bantuan finansial maupun dukungan emosional. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki rasa solidaritas yang tinggi dalam menghadapi tragedi bersama.
Namun, pengemudi ojek online juga mencurahkan keraguan mereka terhadap keselamatan ketika beroperasi. Mereka merasa perlu mendapatkan perlindungan lebih, terutama ketika berhadapan dengan situasi yang berpotensi membahayakan di lapangan.