Dalam persiapan arus mudik dan balik Lebaran 2026, berbagai strategi rekayasa lalu lintas telah disiapkan oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, terutama di jalur-jalur utama seperti Trans Jawa, Sumatera, dan kawasan Bandung.
Rekayasa lalu lintas yang dirancang mencakup skema one way dan contraflow, yang direncanakan berdasarkan analisis dan koordinasi yang matang dengan pihak pengelola jalan tol. Dengan pelaksanaan metode ini, diharap arus lalu lintas dapat lebih lancar dan teratur selama periode angka kepadatan tinggi.
“Ketika menerapkan skema contraflow dan one way, kami selalu berkoordinasi dengan Jasa Marga untuk menentukan parameter yang tepat. Rencana ini termasuk penerapan contraflow satu atau dua lajur dari KM 70 hingga KM 188, untuk meringankan arus di jalur-jalur utama,” ungkap Kakorlantas.
Penyusunan kebijakan pengamanan untuk arus mudik ini didasarkan pada evaluasi operasional ketupat tahun lalu. Hal ini menunjukkan pentingnya pengalaman masa lalu dalam merumuskan strategi yang lebih efektif untuk tahun ini.
Kakorlantas juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mengatur kendaraan, terutama untuk jenis kendaraan sumbu 3, serta penerapan kebijakan work from anywhere (WFA). Keputusan ini diharapkan bisa mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas secara signifikan.
“Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya untuk menyesuaikan dan merespons kebutuhan di lapangan, seperti pengaturan kendaraan sumbu 3 yang dapat mempengaruhi arus lalu lintas,” tambahnya.
Sebagai bagian dari strategi pengelolaan lalu lintas, Korlantas Polri juga telah mempersiapkan penggunaan teknologi modern. Teknologi ini dirancang untuk memantau dan mengatur arus lalu lintas dengan lebih efisien, baik di jalan tol maupun jalur arteri lainnya.
Penerapan sistem ganjil genap juga akan dilakukan dalam operasi ketupat menjelang Lebaran 2026. Dengan metode ini, diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi lalu lintas di berbagai lokasi strategis.
“Kita akan memberlakukan sistem ganjil genap dan melengkapi infrastruktur teknologi untuk pemantauan yang lebih efisien di semua titik rawan, termasuk di terminal dan bandara,” jelas Kakorlantas.
Untuk mengantisipasi situasi yang tidak terduga selama periode mudik, Korlantas telah merumuskan skenario darurat. Ini termasuk pendirian Pos Pengamanan (PAM), Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu di titik-titik utama seperti jalan arteri, terminal, dan bandara untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Kehadiran emergency split juga dipersiapkan untuk menangani kemungkinan bencana yang dapat terjadi selama arus mudik. Rangkaian skenario ini adalah langkah proaktif dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan para pemudik.
Strategi Menyambut Arus Mudik Lebaran yang Efektif dan Efisien
Dalam menyikapi lonjakan arus kendaraan saat mudik, Korlantas bertekad untuk meningkatkan efektivitas berbagai strategi yang telah disusun. Hal ini meliputi pengaturan jalan, pemantauan arus lalu lintas, dan penerapan kebijakan yang adaptif.
Coordinasi antara pihak-pihak terkait, seperti Jasa Marga dan kepolisian, akan menjadi kunci keberhasilan. Dengan adanya komunikasi yang baik dan pengambilan keputusan yang cepat, diharapkan semua pihak dapat bersinergi untuk menghadapi tantangan ini.
Pemanfaatan teknologi untuk monitoring merupakan agenda prioritas yang diharapkan meningkatkan respons terhadap situasi di lapangan. Pemantauan real-time akan memungkinkan petugas untuk segera mengambil tindakan jika terjadi kemacetan atau masalah lainnya.
Korlantas juga akan menyediakan berbagai informasi lalu lintas kepada masyarakat melalui berbagai saluran media. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus memfasilitasi masyarakat dalam merencanakan perjalanan selama masa mudik.
Dari sisi keamanan, pengaturan lalu lintas akan mencakup penempatan petugas di lokasi strategis. Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat, diharapkan pelanggaran lalu lintas dapat diminimalisir, sehingga menciptakan kondisi berkendara yang lebih aman.
Pengaturan Transportasi Umum dan Kendaraan Pribadi di Jalan Raya
Salah satu fokus dari strategi ini adalah mengatur jenis kendaraan yang diperbolehkan berjalan di jalur tertentu. Dengan memperhitungkan kapasitas jalan, jenis kendaraan sumbu 3 akan dikenakan pembatasan pada waktu-waktu tertentu.
Pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi beban lalu lintas di jalur-jalur yang padat. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu kelancaran arus mudik, dan memberikan kenyamanan lebih bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.
Berkaitan dengan transportasi umum, Korlantas juga akan memperhatikan jadwal keberangkatan dan kedatangan. Penjadwalan ini diharapkan dapat menjaga keteraturan dan efisiensi di terminal-terminal bus dan stasiun kereta api.
Perekonomian yang cepat dan tanggap juga berperan penting dalam merencanakan perjalanan. Oleh karena itu, Korlantas mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dalam hal pembelian tiket dan perencanaan perjalanan yang lebih baik.
Dengan pendekatan yang terintegrasi, semua pihak diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi kemacetan yang sering terjadi saat mudik Lebaran. Ini juga termasuk peran aktif masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.
Penerapan Kebijakan dan Evaluasi Pasca-Mudik untuk Masa Depan
Setelah pelaksanaan arus mudik, evaluasi terhadap kebijakan yang diterapkan akan menjadi penting. Melalui proses evaluasi, Korlantas dan pihak terkait lainnya bisa mendapatkan feedback yang konstruktif untuk perbaikan strategi di tahun-tahun mendatang.
Pengumpulan data dari situasi arus lalu lintas akan dilakukan secara menyeluruh. Hal ini mencakup analisa kepadatan, kecelakaan, serta pelanggaran lalu lintas yang terjadi selama masa mudik.
Dengan data yang akurat, diharapkan kebijakan baru yang lebih baik dapat disusun untuk mengantisipasi kondisi serupa di masa depan. Proses ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara.
Partisipasi masyarakat dalam proses evaluasi juga sangat diharapkan. Masukan dari pemudik dapat menjadi salah satu sumber informasi berharga dalam merumuskan kebijakan yang lebih baik dan lebih efektif ke depannya.
Pada akhirnya, tujuan utama dari semua usaha ini adalah menciptakan ekosistem lalu lintas yang lebih aman dan efisien untuk semua pengguna jalan. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, pihak kepolisian, dan masyarakat, diharapkan perayaan Lebaran dapat berjalan lancar dan berkesan.









