Rabu, 17 Desember 2025 – 17:46 WIB. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 menunjukkan tanda-tanda positif. Peningkatan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang membaik serta alokasi investasi yang semakin meningkat.
Dia menambahkan bahwa perbaikan dalam konsumsi rumah tangga didukung oleh belanja sosial pemerintah yang efektif. Kepercayaan masyarakat terhadap peningkatan penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja juga semakin tinggi.
Menurut Perry, kondisi tersebut berkontribusi pada peningkatan penjualan eceran di berbagai sektor barang. Hal ini menunjukkan optimisme di kalangan konsumen yang dapat memicu pertumbuhan lebih lanjut dalam ekonomi.
Pengaruh Belanja Sosial Terhadap Konsumsi Rumahan
Belanja sosial pemerintah memiliki dampak signifikan terhadap daya beli masyarakat. Dengan bantuan yang tepat sasaran, keluarga berpenghasilan rendah mendapatkan kembali kepercayaan untuk berbelanja.
Keberhasilan program-program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat turut mendorong pertumbuhan konsumsi. Dengan demikian, peningkatan ini menjadi faktor kunci di balik pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
Setiap peningkatan dalam pengeluaran konsumsi diharapkan membantu menggerakkan perekonomian secara keseluruhan. Hal ini diharapkan dapat mendorong sektor-sektor lain untuk ikut berkontribusi dalam pertumbuhan nasional.
Indikasi Meningkatnya Investasi di Sektor Non-Bangunan
Perry juga mencatat bahwa realisasi investasi, khususnya di luar sektor bangunan, menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terlihat dari pola ekspansi Purchasing Managers’ Index (PMI) yang semakin membaik.
Ini mencerminkan optimisme di kalangan pengusaha yang berinvestasi dalam kapasitas produksi dan inovasi. Dengan tren ini, investasi diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Tak hanya investasi lokal, namun peluang kerja juga diharapkan meningkat dengan adanya proyek yang lebih banyak. Hal ini menjadi sinyal positif bagi masa depan perekonomian nasional.
Antisipasi terhadap Kinerja Ekspor yang Melambat
Meskipun ada tanda-tanda pertumbuhan positif, Perry memperingatkan mengenai perlunya penguatan permintaan domestik. Diperkirakan, kinerja ekspor akan melambat akibat berbagai faktor eksternal.
Berakhirnya praktik frontloading ekspor menyebabkan penurunan pengiriman barang ke pasar luar negeri, terutama ke Amerika Serikat. Selain itu, penurunan permintaan dari negara-negara seperti Tiongkok dan India turut berkontribusi pada melambatnya kinerja ekspor.
Faktor-faktor ini harus diwaspadai agar Indonesia dapat menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil. Langkah-langkah konkret perlu diambil untuk memanfaatkan peluang domestik sembari menjaga hubungan perdagangan internasional.










