Pengasuhan anak dan remaja merupakan proses yang kompleks, mencakup lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan fisik. Ini juga melibatkan pembentukan karakter, mental, dan kepercayaan diri mereka dari usia dini, yang dapat berpengaruh besar terhadap masa depan mereka.
Melalui berbagai program pendidikan dan kegiatan yang dirancang dengan baik, anak-anak dapat belajar keterampilan hidup yang sangat penting. Salah satu contoh menarik adalah pengalaman 31 remaja dari panti asuhan yang berpartisipasi dalam program pelatihan karakter di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Selama enam hari, para remaja berusia 14 hingga 18 tahun menjalani berbagai aktivitas berbasis pengalaman di alam terbuka. Mereka tidak hanya fisik teruji tetapi juga dilatih untuk mandiri, bekerja sama, dan menghadapi tantangan dengan sikap positif.
Pentingnya Pengasuhan Berdasarkan Pengalaman Nyata
Pengasuhan yang efektif harus mempertimbangkan aspek-aspek penting dalam perkembangan anak. Pembelajaran yang berbasis pengalaman di alam terbuka memungkinkan peserta merasakan dan menginternalisasi pelajaran yang mereka peroleh. Pendekatan ini sangat relevan, terutama bagi anak-anak yang tumbuh tanpa bimbingan orang tua secara penuh.
Program pelatihan yang diadakan di Waduk Jatiluhur ini bertujuan untuk memberikan anak-anak panti asuhan sebuah figur panutan yang dapat mereka contoh. Dengan dikelilingi oleh orang dewasa sebagai mentor, mereka diharapkan dapat belajar lebih banyak tentang tanggung jawab hidup dan kemandirian.
Direktur Eksekutif dari lembaga penyelenggara menjelaskan bahwa anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan panti asuhan sering kali kekurangan sosok yang dapat menjadi teladan. Dengan menghadirkan mentor yang tidak hanya mendampingi, tetapi juga berfungsi sebagai role model, program ini berupaya menjawab kebutuhan tersebut.
Aktivitas Pendidikan yang Mengembangkan Karakter
Selama pelatihan, peserta dibagi menjadi kelompok kecil dan diajak melakukan berbagai aktivitas. Aktivitas seperti hiking, berkemah, serta berlatih mengelola perlengkapan diri menjadi bagian dari modul pengajaran yang diterapkan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga membentuk karakter.
Para remaja dilatih untuk memasak, mendirikan tenda, dan membaca peta, yang semuanya merupakan keterampilan hidup yang esensial. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar pentingnya tanggung jawab dan kemandirian yang akan bermanfaat bagi mereka di masa depan.
Koordinator program mengamati bahwa adaptasi peserta berlangsung relatif cepat dan efektif. Meskipun terdapat tantangan awal, hampir seluruh peserta dapat menyesuaikan diri dengan baik setelah hari pertama program dimulai.
Mendapatkan Pelajaran Berharga dalam Hidup
Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi para peserta, membuat mereka tidak hanya belajar tentang keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai kehidupan. Salah satu peserta, yang berusia 16 tahun, mengungkapkan bahwa dia mendapatkan banyak pelajaran berharga selama mengikuti program. Menarik untuk melihat betapa signifikan pengaruh pengalaman ini bagi mereka.
Selain keterampilan fisik yang diajarkan, para remaja juga belajar bagaimana berkolaborasi dan berkomunikasi dengan rekan-rekan mereka. Ini adalah keterampilan sosial penting yang dapat membantu mereka ketika kembali ke kehidupan sehari-hari, baik di panti asuhan maupun di masyarakat.
Program ini memberikan pandangan baru bagi peserta tentang potensi diri mereka sendiri. Dengan dukungan mentor dan kegiatan yang menantang, mereka diajak untuk keluar dari zona nyaman dan mengeksplorasi kemampuan yang mungkin belum mereka sadari sebelumnya.










