Honda Beat tetap menjadi pilihan yang diminati untuk urusan mobilitas di Garut, Jawa Barat. Skutik ini, yang berkubikasi 110 cc, mampu mendominasi pasar sepeda motor di daerah pegunungan ini.
General Manager Motorcycle Sales, Marketing, & Logistic PT Daya Adicipta Motora, Handi, menyebutkan bahwa meski wilayah Garut merupakan dataran tinggi, masyarakat lebih menyukai skutik kecil dibandingkan sepeda motor bertenaga besar.
Walaupun demikian, Handi tidak memberikan rincian spesifik mengenai angka penjualan Beat di Garut, baik secara bulanan maupun tahunan.
Keunggulan Honda Beat di Pasar Sepeda Motor Garut
Menurut Handi, alasan utama Honda Beat menjadi pilihan warga Garut adalah beberapa keunggulannya. Skutik ini tidak hanya hemat biaya, tetapi juga memiliki desain yang menarik dan efisiensi bahan bakar yang baik.
Selain itu, mesin tersebut cukup tangguh untuk menghadapi kondisi jalan yang beragam. Dengan kekuatan ini, banyak pengguna Beat dari Garut yang melakukan perjalanan ke kota-kota lain seperti Bandung dan Tasik dengan aman.
Pasar roda dua Honda di Garut dinilai cukup menjanjikan, meskipun volumenya tidak sebesar kota-kota besar lainnya di Jawa Barat seperti Bandung dan Bogor. Handi menjelaskan bahwa meski Garut tidak memiliki jumlah penduduk yang setinggi kota-kota tersebut, potensi pasarnya masih tetap baik.
Spesifikasi dan Pembaruan yang Dilakukan pada Honda Beat
Honda Beat adalah salah satu model skutik entry level yang terlaris di Indonesia dan sudah mengalami beberapa pembaruan. Berbagai aspek dari model ini telah diperbaharui, mulai dari desain, rangka, hingga fitur yang ditawarkan kepada pengendara.
Motor ini memiliki dimensi panjang 1.868 mm, lebar 745 mm, tinggi 1.058 mm, jarak sumbu roda 1.251 mm, dan jarak pijak ke tanah mencapai 148 mm. Ketangguhan dan stabilitas menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumennya.
Dengan rangka yang dinamakan eSAF (enhanced Smart Architecture Frame), Beat menyediakan pengalaman berkendara yang nyaman dan aman. Mesin yang digunakan adalah tipe empat tak SOHC berkubikasi 109,5 cc yang menggunakan teknologi eSP, menjadikannya efisien dan bertenaga.
Performa dan Popularitas Honda Beat di Indonesia
Dalam hal performa, Beat mampu menghasilkan tenaga maksimal sebesar 9 ps pada 7.500 rpm dan torsi puncak 9,2 nm pada 6.000 rpm. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun berkubikasi kecil, motor ini tetap memiliki performa yang mumpuni untuk berbagai kebutuhan.
Sejak peluncurannya pada tahun 2008, Honda Beat mencatatkan angka populasi yang cukup mencengangkan. Hingga tahun 2024, lebih dari 23 juta unit Beat dipasarkan di Indonesia, atau sekitar 1,53 juta unit per tahun, menunjukkan daya tarik model ini di kalangan konsumen.
Dengan pendekatan pemasaran yang tepat dan inovasi produk, Honda Beat telah berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu skutik terpopuler di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia, termasuk di Garut, dapat terpenuhi dengan baik melalui produk ini.











