PSIM Yogyakarta bertanding melawan Persik Kediri dalam laga Super League yang berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada 13 Februari 2026. Pertandingan ini berakhir dengan skor imbang 2-2, menciptakan drama sepak bola yang menarik untuk disaksikan.
Hasil pertandingan ini mempertahankan posisi PSIM di peringkat ketujuh klasemen dengan 32 poin. Di sisi lain, Persik Kediri berada di posisi ke-11 dengan 26 poin, menciptakan ketegangan di persaingan liga yang semakin sengit.
Sejak awal, kedua tim menunjukkan permainan terbuka dengan saling menciptakan peluang. Hal ini membuat pertandingan berlangsung penuh semangat, menciptakan momen-momen yang mendebarkan bagi para penonton.
Pertandingan Dimulai dengan Gol Pertama dari Persik Kediri
Persik Kediri membuka keunggulan pada menit ke-31 melalui Jon Miquel Toral, yang menjebol gawang PSIM setelah melakukan tembakan akurat. Gol tersebut menjadi semangat bagi tim, namun keunggulan itu tidak bertahan lama.
PSIM segera merespons, dan pada menit ke-37, Ezequiel Vidal berhasil menyamakan kedudukan. Memanfaatkan umpan panjang dari tendangan gawang, ia mencetak gol yang membuat suasana di lapangan semakin menegangkan.
Setelah kedua tim saling bertukar serangan, pertandingan memasuki babak kedua dengan skor imbang. Atmosfer pertandingan semakin panas, dengan kedua tim berupaya merebut kendali permainan.
Drama Penalti dan Kembali Keunggulan Persik
Di babak kedua, Persik Kediri kembali unggul setelah wasit menunjuk titik penalti. Pelanggaran yang dilakukan Abiyoso di kotak terlarang dinilai cukup untuk mendapatkan hukuman penalti pada menit ke-55.
Ezra Walian memanfaatkan kesempatan tersebut dan berhasil menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti. Dengan tenang, ia mengubah skor menjadi 2-1, menambah tekanan pada PSIM untuk segera kembali menyamakan kedudukan.
Meski tertinggal, PSIM tidak kehilangan semangat. Mereka terus berusaha mencari celah untuk mencetak gol yang sangat dibutuhkan untuk mengembalikan permainan.
Perjuangan PSIM untuk Sama Kembali
PSIM merespons keunggulan Persik dengan serangan yang lebih intens. Ezequiel Vidal, sang pencetak gol pertama, kembali menunjukkan ketajamannya. Pada menit-minut penting, ia berhasil mencetak gol keduanya dengan sundulan dari umpan Raka Cahyana.
Gol tersebut membuat kedudukan kembali imbang 2-2, dan pertandingan menjadi semakin menarik. Kedua tim mulai saling menggempur, menciptakan beberapa peluang emas untuk mencetak gol tambahan.
Dengan waktu yang terus berjalan, kedua tim saling berusaha untuk mencetak gol penentu. PSIM hampir mendapatkan kesempatan emas, namun tendangan Irfan pada menit ke-73 masih mampu ditepis oleh kiper Persik.
Begitu pula, Persik tidak kalah berupaya. Sebuah sontekan dari Enrique di menit ke-78 hampir saja membobol gawang PSIM, tetapi bola menyusuri sisi kiri gawang dan gagal menjadi gol.
Kesimpulan: Hasil Seri yang Memuaskan
Hingga peluit akhir dibunyikan oleh wasit Gedion Dapaherang, skor 2-2 tetap bertahan. Hasil ini menjadi sebuah refleksi bagi kedua tim, yang tampaknya masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk dilakukan ke depannya.
PSIM dan Persik Kediri kini harus fokus pada pertandingan selanjutnya. Persik akan menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Brawijaya, Kediri, sementara PSIM akan menghadapi Bali United FC di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Dengan hasil imbang ini, kedua tim tetap memiliki peluang untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Keduanya harus menjaga semangat dan fokus untuk meraih poin maksimal dalam pertandingan mendatang.











