Harga mobil listrik di Indonesia diprediksi akan mengalami kenaikan pada tahun ini. Hal ini disebabkan oleh berakhirnya insentif bea masuk impor Completely Built Up (CBU) dari pemerintah pada 31 Desember 2025, yang mempengaruhi kontribusi harga pada merek kendaraan tersebut.
Namun, hingga tanggal 6 Januari 2026, hanya satu produsen yang telah mulai menaikkan harga, yaitu Hyundai. Kenaikan harga ini mencakup berbagai model seperti Kona, Ioniq 5, dan Ioniq 6, di mana angka yang meningkat bervariasi.
Kenaikan harga Ioniq 6 tercatat mencapai Rp30 juta. Sementara itu, Ioniq 5 mengalami ekstensi harga dari Rp70 hingga Rp80 juta, tergantung pada varian yang dipilih.
Kenaikan Harga Mobil Listrik di Berbagai Merek
Peningkatan harga mobil listrik tidak hanya terjadi pada Hyundai. Merek lain, termasuk beberapa produk dari China, diperkirakan akan mengikuti tren yang sama. Hal ini menandakan adanya perubahan dinamis dalam pasar mobil listrik di Indonesia.
Berdasarkan analisis pasar, kenaikan harga ini berkaitan erat dengan melemahnya insentif yang diberikan oleh pemerintah sebelumnya. Kebijakan ini berimbas pada seluruh sektor yang terlibat dalam industri otomotif, khususnya untuk kendaraan ramah lingkungan.
Berbagai pemangku kepentingan, mulai dari produsen hingga konsumen, harus bersiap menghadapi perubahan yang akan datang. Selain harga, mereka juga harus mempertimbangkan faktor lain seperti ketersediaan model dan teknologi yang ditawarkan.
Daftar Harga Terbaru Mobil Listrik Per Januari 2026
Sebagai panduan bagi konsumen, berikut adalah daftar harga terbaru mobil listrik yang berlaku per Januari 2026. Ini mencakup berbagai merek dan model yang populer di pasar saat ini.
Untuk merek Vinfast, harga VF 3 tanpa baterai adalah Rp152 juta, sedangkan dengan baterai mencapai Rp192,28 juta. Sementara untuk produk VF 5, tanpa baterai bisa didapatkan dengan harga Rp212 juta.
Hyundai menyajikan beberapa varian Ioniq 5 yang baru, dengan harga tertinggi mencapai Rp1,3 miliar untuk tipe N. Untuk Ioniq 6, model Signature ditawarkan seharga Rp1,23 miliar setelah mengalami kenaikan harga.
Dampak Kebijakan dan Tren Harga Mobil Listrik
Dampak dari kebijakan pemerintah terkait insentif bea masuk sangat terasa di industri mobil listrik. Kenaikan harga menawarkan pandangan baru bagi konsumen yang mempertimbangkan untuk membeli kendaraan ramah lingkungan.
Berbagai merek kini lebih mementingkan investasi dalam inovasi teknologi agar dapat bersaing di pasar. Dengan begitu, meskipun harga meningkat, konsumen akan mendapatkan nilai lebih dari kendaraan yang mereka pilih.
Para ahli berpendapat bahwa menjaga daya tarik pasar mobil listrik adalah tantangan yang harus dihadapi semua produsen. Di sisi lain, konsumen diharapkan untuk lebih memahami dan mengadopsi perubahan ini sebagai bagian dari pergeseran menuju penggunaan energi yang lebih bersih.










