Merek mobil terbaru dari China, Lepas, baru saja membuka dealer pertama mereka di Jakarta, yang menandai langkah awal dari ekspansi yang ambisius di pasar otomotif Indonesia. Dalam waktu dekat, mereka merencanakan untuk merilis 12 model baru yang akan mencakup berbagai jenis sedan dan SUV, dengan peluncuran dimulai pada tahun 2026.
Ricky He, yang menjabat sebagai Deputy Country Director Lepas Indonesia, mengungkapkan bahwa dari 12 model tersebut, enam di antaranya adalah SUV dan enam merupakan sedan. Semua kendaraan yang diluncurkan sudah dilengkapi dengan teknologi elektrifikasi yang canggih.
Pemaparan tersebut mencakup nama-nama seperti L6, L4, L8, dan L9 untuk line-up SUV PHEV. Selain itu, ada juga sedan yang tidak hanya mengandalkan teknologi hibrida, tetapi juga kendaraan yang sepenuhnya berbasis listrik.
Perusahaan ini juga berkomitmen untuk menghadirkan SUV listrik lainnya, termasuk model E6, E2, dan E4. Komitmen ini menunjukkan perhatian serius terhadap perkembangan teknologi ramah lingkungan di sektor otomotif.
Rencana Ambisius Lepas dalam Tiga Tahun ke Depan
“Kita punya 12 model baru dalam tiga tahun,” ujar Ricky di Jakarta. Menyusul peluncuran ini, Lepas juga mengumumkan target yang ambisius, yaitu dapat mencapai penjualan tahunan sebesar satu juta unit pada tahun 2030.
Optimisme Ricky beralasan, sebab target itu menggambarkan cita-cita jangka panjang yang diemban oleh perusahaan. Dengan berbagai inovasi dan produk yang ditawarkan, mereka yakin bisa meraih sasaran tersebut.
Untuk mendukung visinya, Lepas berencana untuk memperluas jaringan penjualannya dengan membangun sedikitnya 40 dealer di seluruh Indonesia dalam periode 2025-2026. Lokasi-lokasinya akan fokus di area urban di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, sampai Sulawesi.
Di tingkat global, Lepas juga menetapkan rencana ekspansi ke 43 negara pada tahun 2026. Strategi ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki visi yang jauh ke depan dalam mengembangkan brand mereka secara internasional.
Pentingnya Indonesia dalam Strategi Global Lepas
Dalam kesempatan yang sama, Zeng Shuo, President Director Chery Group Indonesia, menyatakan bahwa Indonesia memilki posisi strategis dalam peta pengembangan global Lepas. “Kami memilih Indonesia sebagai titik awal karena perannya yang sangat penting untuk perkembangan brand di masa depan,” tuturnya.
Dengan peluncuran model pertama, yaitu L8 yang berupa SUV PHEV, diharapkan dapat menarik perhatian konsumen. Mobil ini dijadwalkan hadir pada bulan November dengan harga pre-booking mencapai Rp589 juta, sementara harga resmi akan diumumkan pada ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Pabrik yang akan memproduksi model-model ini adalah Handal Indonesia Motor (HIM), yang merupakan rekanan di Tanah Air. Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mendukung produksi lokal.
Perusahaan juga berkomitmen untuk menyediakan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia yang semakin dinamis. Kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan teknologi ramah lingkungan juga menjadi bagian dari identitas mereka.
Bentuk Komitmen Lepas Terhadap Lingkungan dan Teknologi
Sebagai bagian dari upaya untuk menyediakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan, Lepas akan memfokuskan pada teknologi elektrifikasi di semua lini produk mereka. Ini tidak hanya akan memenuhi regulasi pemerintahan, tetapi juga merespon permintaan konsumen akan kendaraan yang lebih efisien dan bersih.
Dewasa ini, banyak konsumen yang mulai mempertimbangkan aspek keberlanjutan saat memilih kendaraan. Perusahaan mengadopsi pendekatan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya. Sejalan dengan itu, mereka akan terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk menghadirkan inovasi terbaru.
Kesiapan Lepas untuk berinvestasi dalam teknologi modern menunjukkan keseriusan mereka dalam bersaing di pasar otomotif yang terus berubah. Mereka berkomitmen untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan tren dan kebutuhan pelanggan.
Pada akhirnya, transformasi di dunia otomotif tidak hanya tentang menghadirkan mobil baru. Ini juga tentang menciptakan ekosistem yang mendukung penggunaan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon.










