Hanum Rais, seorang novelis dan penulis naskah yang dikenal, baru-baru ini merilis enam IP baru dalam ajang JAFF Market 2025. Dengan semangat untuk memperluas tema dalam karyanya, Hanum menunjukkan komitmen kuat terhadap dunia literasi dan perfilman.
Pada kesempatan ini, novel utamanya yang berjudul Sangkakala di Langit Andalusia menjadi sorotan utama. Karya ini tidak hanya menarik perhatian pengunjung tetapi juga menghadirkan tema besar mengenai sejarah dan identitas.
Melalui novel ini, Hanum membawa pembaca menelusuri kisah dua warga Indonesia yang berusaha memecahkan misteri yang ada di Andalusia. Mereka menggali jejak hilangnya peradaban Islam yang mashur selama ratusan tahun sebelum menghilang dari Eropa, menawarkan pandangan yang mendalam tentang sejarah yang kompleks.
Telusuri Kisah yang Mendalam dalam Novel Sangkakala di Langit Andalusia
Dalam novel Sangkakala di Langit Andalusia, alur maju-mundur menciptakan jalinan yang kuat antara masa lalu dan masa kini. Hanum Rais berusaha menunjukkan konflik antara Islam, Kristen, dan Yahudi yang pernah dapat hidup berdampingan dengan harmonis di tanah Andalusia.
Cerita ini mengajak pembaca untuk merenungkan sejarah peradaban yang kaya dan pelik. Pendekatan naratif yang digunakan memberikan dimensi yang lebih kaya bagi penggambaran sejarah yang sering kali tersisa dalam bayang-bayang.
Selain alur yang menarik, novel ini juga menggambarkan pencarian jati diri dan harapan di tengah kerumitan sejarah. Hanum mengajak pembaca untuk merenungkan arti dari kepercayaan dan hubungan antarumat beragama.
IP Baru yang Menawarkan Beragam Tema Menarik
Dalam setiap IP yang diluncurkan, Hanum Rais mengeksplorasi tema yang beragam, mulai dari romansa hingga horor. Pada tahun 2026, lima buku baru ini akan dirilis dengan kisah-kisah yang segar dan menarik.
Hanum mengatakan, tantangan sebagai penulis adalah menciptakan narasi yang beragam, namun menekankan tema sentral: kemanusiaan. Melalui IP yang bervariasi, ia berharap dapat menjangkau berbagai kalangan pembaca.
Berikut ini adalah lima IP yang diperkenalkan oleh Hanum untuk pertama kalinya:
Daftar IP Baru Karya Hanum Rais
1. Demi Waktu: Sebuah roman waktu yang terinspirasi dari konsep waktu dalam Al-Qur’an. Cerita ini mengikuti perjalanan Indah yang berusaha kembali ke masa lalu demi cinta yang tertunda.
2. Kasih Single Mom: Mengisahkan Kedasih, seorang psikiater yang berusaha menjadi sosok ayah bagi anaknya. Ia harus menghadapi tantangan dari luka masa lalu serta bagaimana menyuguhkan kenangan indah bagi anaknya.
Di dalam cerita ini, konflik batin yang dialami Kedasih menjadi sorotan utama, menggambarkan perjuangannya dalam menciptakan momen berharga di dalam keluarga. Kisah ini menghadirkan perspektif baru tentang peran orang tua dan hubungan antaranggota keluarga.
Penerimaan dan Harapan dari Karya-karya Terbaru
IP yang diperkenalkan oleh Hanum Rais diharapkan dapat diterima dengan baik oleh publik. Dengan latar belakang cerita yang kuat dan karakter yang mendalam, setiap novel menawarkan pengalaman membaca yang unik.
Harapan Hanum adalah setiap pembaca dapat mengambil pelajaran dari setiap kisah, baik tentang cinta, keluarga, maupun perjuangan pribadi. Generasi baru karya sastra ini tentunya diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.
Dengan merilis karya-karya ini, Hanum juga bertujuan untuk mendorong lebih banyak penulis dan kreator di Indonesia untuk berinovasi. Melalui dukungan dan kolaborasi, ia percaya bahwa industri kreatif Tanah Air dapat berkembang lebih pesat.










