Chery, merek otomotif asal China, berkomitmen untuk membangun fasilitas manufaktur di Indonesia sebagai bagian dari strategi jangka panjang mereka. Upaya ini menunjukkan niat perusahaan untuk lebih mendalami pasar Indonesia dan meningkatkan produksi lokal.
Pembangunan pabrik tersebut direncanakan dimulai pada tahun 2026 dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi Chery di Indonesia. Meskipun rincian mengenai lokasi pabrik belum diumumkan, perusahaan berharap proyek ini dapat meningkatkan daya saing mereka di kawasan ini.
Perencanaan dan Strategi Pembangunan Pabrik Chery di Indonesia
Tahun ini, sesuai rencana, Chery akan memulai peletakan batu pertama pabrik mandiri mereka. Direktur Pemasaran Chery Sales Indonesia, Budi Darmawan, menyatakan bahwa groundbreaking pabrik akan dilakukan dalam waktu dekat.
Setelah proses peletakan batu pertama, pembangunan pabrik diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah tahun. Oleh karena itu, pabrik tersebut diharapkan sudah dapat beroperasi pada tahun 2027, yang menjadi target utama Chery untuk memulai produksi.
Budi menambahkan bahwa pabrik baru ini akan memproduksi berbagai model dari lini produk Chery. Ini termasuk kendaraan konvensional serta model elektrik, yang merupakan bagian dari tren otomotif global menuju elektrifikasi.
Dampak Kehadiran Pabrik terhadap Ekonomi dan Pasar Otomotif
Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu memperkuat posisi Chery di pasar domestik. Selain itu, fasilitas baru ini juga bertujuan untuk mendukung strategi ekspor perusahaan.
Dari segi kapasitas produksi, Chery menargetkan untuk memproduksi sekitar 100 ribu unit kendaraan per tahun. Angka ini dianggap realistis mengingat perkembangan pasar otomotif yang cukup pesat di Indonesia saat ini.
Namun, Budi menyatakan bahwa produksi tidak akan langsung mencapai kapasitas maksimum. Mereka akan menilai kondisi pasar terlebih dahulu sebelum menentukan volume produksi yang akan dijalankan.
Pendanaan dan Investasi dalam Proyek Ini
Kepastian mengenai investasi Chery di Indonesia sebelumnya disampaikan oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang. Ia menjelaskan bahwa Chery akan mengucurkan dana investasi sekitar Rp5,2 triliun hingga tahun 2030.
Penting untuk dicatat bahwa saat ini, Chery menggandeng rekanan lokal, Handal Indonesia Motor, untuk merakit produk mereka di Indonesia. Kerja sama ini memberikan waktu bagi Chery untuk mengembangkan infrastruktur yang dibutuhkan sebelum pabrik baru beroperasi.
Investasi yang signifikan ini menunjukkan keseriusan Chery untuk menjadi pemain utama di industri otomotif Indonesia. Hal ini diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.








