Toyota Astra Motor (TAM) baru-baru ini mengungkapkan alasan utama di balik penurunan penjualan mobil ramah lingkungan dan terjangkau, atau yang dikenal sebagai Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia. Dalam setahun terakhir, kondisi ekonomi dan tantangan dalam pembiayaan telah menjadi faktor penentu dalam situasi ini.
Program LCGC diperkenalkan pada tahun 2013 dengan tujuan untuk menjangkau konsumen yang ingin membeli mobil pertama. Saat ini, hanya terdapat lima model LCGC yang tersedia di pasar, termasuk Toyota Calya dan Agya, Daihatsu Sigra dan Ayla, serta Honda Brio Satya.
Statistik dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa permintaan terhadap LCGC mengalami penurunan yang signifikan. Pada tahun 2025, distribusi kendaraan LCGC ke dealer mengalami penurunan sebesar 31 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total hanya mencapai 122.686 unit.
Analisis Penurunan Penjualan LCGC di Pasar Indonesia
Henry Tanoto, Wakil Presiden TAM, menjelaskan bahwa penurunan penjualan LCGC berkaitan erat dengan kondisi industri pembiayaan yang mengalami tekanan. Hal ini dipicu oleh meningkatnya jumlah kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang menjadi kendala utama bagi konsumen baru yang ingin melakukan pembelian.
Pengaruh NPL sangat besar karena mayoritas pembeli LCGC adalah konsumen pertama. Dengan adanya masalah dalam pembiayaan, banyak dari mereka yang tidak dapat memperoleh kendaraan yang diinginkan, sehingga berdampak langsung pada angka penjualan.
Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, TAM berharap bahwa penurunan yang terjadi pada tahun lalu merupakan titik terendah bagi pasar otomotif nasional. Mereka optimis bahwa kondisi pasar akan pulih dan mampu kembali menunjukkan pertumbuhan positif.
Pengaruh Ekonomi Terhadap Industri Pembiayaan Mobil
Di tengah tantangan yang ada, situasi ekonomi nasional berperan penting dalam mempengaruhi daya beli masyarakat. Ketika daya beli menurun, permintaan terhadap kendaraan pun ikut terimbas, terutama untuk segmen mobil terjangkau seperti LCGC.
Henry mencatat bahwa harapan untuk pemulihan ekonomi yang lebih baik menjadi kunci untuk memulihkan industri pembiayaan. Dengan stabilisasi di sektor ini, diharapkan akan ada lebih banyak konsumen yang siap untuk mengambil pinjaman dan membeli mobil.
Baik konsumen maupun produsen berharap agar tahun ini dapat menjadi awal baru yang lebih baik. Dengan dukungan yang tepat, sektor otomotif, khususnya segmen LCGC, dapat bangkit kembali dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Prospek Masa Depan LCGC dan Harapan akan Pertumbuhan
Dengan optimisme yang lebih besar, TAM menantikan kembalinya pertumbuhan di segmen LCGC. Harapan ini diiringi dengan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan dan terjangkau.
Pembangunan infrastruktur yang memadai dan program pemerintah dalam mendukung industri otomotif menjadi harapan tambahan untuk meningkatkan penjualan LCGC. Dukungan ini diharapkan mampu memberi dampak positif bagi pertumbuhan pasar otomotif secara keseluruhan.
Konsumen juga diharapkan mendapatkan keuntungan lebih dari LCGC yang dirancang untuk efisiensi dan kepraktisan. Mobil-mobil ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menawarkan biaya perawatan yang relatif rendah bagi pemiliknya.










