Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) telah mengambil langkah penting dengan menghidupkan kembali fasilitas produksi Nissan di Indonesia melalui akuisisi saham Nissan Motor Indonesia (NMI). Langkah tersebut menunjukkan ambisi Indomobil untuk memperkuat posisinya di pasar otomotif Tanah Air dengan membangun pusat produksi baru yang melayani beragam merek yang telah bekerja sama.
Direktur Utama IMAS, Jusak Kertowidjojo, menjelaskan bahwa penguasaan pabrik ini penting untuk memenuhi kebutuhan produksi. Dengan banyaknya merek di bawah naungan Indomobil, fasilitas baru ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi secara keseluruhan.
Selain Nissan, Indomobil juga mengelola merek-merek ternama di Indonesia, mencakup Maxus, JAC Motors, dan Mercedes-Benz. Dengan banyaknya merek yang dihadapi, pengelolaan yang lebih baik dan terintegrasi diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masing-masing brand.
Pentingnya Fasilitas Produksi di Indonesia untuk Indomobil
Keputusan untuk mengakuisisi pabrik Nissan bukan hanya tentang memperluas kapasitas tetapi juga tentang strategi jangka panjang. Indomobil menyadari bahwa pasar otomotif Indonesia terus berkembang, sehingga memiliki fasilitas produksi domestik menjadi suatu kebutuhan.
Jusak menegaskan bahawa pabrik tersebut akan berfungsi tidak hanya untuk Nissan, namun juga untuk merek-merek lain yang menjadi bagian dari Indomobil. Ini menunjukkan komitmen Indomobil untuk memenuhi permintaan pasar yang beragam.
Dalam era industri otomotif yang semakin kompetitif, memiliki kendali atas proses produksi menjadi sangat penting. Ini memberi Indomobil fleksibilitas dalam hal penawaran produk dan waktu pemasaran, yang merupakan keunggulan kompetitif yang signifikan.
Sebelumnya, pabrik Nissan di Purwakarta telah tutup sejak 2020 sebagai bagian dari efisiensi global. Oleh karena itu, kembalinya pabrik ini diharapkan dapat menggerakkan kembali ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru.
Lebih jauh lagi, pemulihan fasilitas ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong lokalitas dalam produksi kendaraan, terutama mobil listrik. Hal ini membuat langkah Indomobil sejalan dengan tren yang terus berkembang di industri otomotif saat ini.
Strategi dan Rencana Indomobil dalam Mengelola Pabrik Nissan
Setelah akuisisi, rencana Indomobil meliputi inventarisasi pabrik yang diperkirakan akan berlangsung selama dua bulan. Proses ini merupakan langkah awal yang penting sebelum memutuskan model kendaraan apa saja yang akan diproduksi di fasilitas tersebut.
Jusak mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah produk pertama yang akan keluar dari pabrik tersebut adalah mobil Nissan. Namun, proses persiapan dan analisis akan menjadi pendorong keputusan di kemudian hari.
Penguasaan pabrik Nissan oleh anak usaha IMAS, PT National Assemblers, menunjukkan adanya integrasi yang lebih baik. Dengan 99,9 persen saham, NA kini memiliki kendali penuh atas pabrik dan dapat merencanakan produksi sesuai dengan kebutuhan pasar.
Akuisisi ini tercantum dalam Akta Jual Beli Saham dan ditandatangani di hadapan notaris. Ini mencerminkan komitmen Indomobil untuk meningkatkan kinerja usaha dan memberikan keuntungan yang lebih baik kepada para stakeholder.
Dengan langkah ini, Indomobil berharap dapat berkontribusi lebih dalam mendukung industri otomotif nasional dan memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Kebangkitan Pabrik Nissan setelah Penutupan
Pabrik Nissan yang sebelumnya ditutup pada tahun 2020, kini kembali mendapatkan perhatian berkat akuisisi oleh Indomobil. Penutupan tersebut merupakan bagian dari strategi efisiensi global Nissan, namun kini pabrik tersebut diharapkan dapat kembali beroperasi dan memberikan dampak positif.
Sejak penutupan, Nissan tetap menjalankan bisnisnya dengan menjual mobil yang didatangkan secara impor. Namun, dengan dihidupkannya kembali pabrik ini, potensi untuk memproduksi lebih banyak model secara lokal menjadi sangat mungkin.
Saat ini, satu model yang masih diproduksi di dalam negeri adalah Livina. Produksi Livina dilakukan oleh mitra aliansi Nissan, yaitu Mitsubishi, yang menunjukkan bahwa kolaborasi tetap menjadi strategi yang efektif dalam menghadapi tantangan pasar.
Dengan adanya pabrik yang kembali operasional, Indomobil berharap dapat memperbanyak varian produk Nissan yang ada di Indonesia dan memperluas jangkauannya ke konsumen. Ini merupakan bagian dari upaya untuk menjawab kebutuhan dan permintaan pasar yang kian meningkat.
Akuisisi ini juga menunjukkan komitmen Indomobil dalam beradaptasi dengan kebutuhan konsumen, terutama dalam menghadapi era kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.










