Ketua DPR RI, Puan Maharani, menekankan pentingnya memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia (PMI) dalam pertemuan yang diadakan dengan Ketua Majelis Nasional Republik Korea Selatan, Woo Won-Shik. Pertemuan ini berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta, dan menjadi momen signifikan untuk membahas isu-isu penting yang melibatkan PMI yang bekerja di Korea Selatan.
Puan menyatakan bahwa perlindungan terhadap PMI menjadi salah satu agenda utama DPR bersama pemerintah. Hal ini penting mengingat banyaknya pekerja migran dari Indonesia yang berkontribusi di berbagai sektor di Korea Selatan, menghadapi tantangan dan risiko dalam pekerjaan mereka.
“Selamat datang di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Kami berharap Yang Mulia merasa hangatnya sambutan kami di Jakarta, sama seperti sambutan yang kami terima di Seoul,” buka Puan dalam pertemuan tersebut. Ungkapan terima kasih yang disampaikan Puan menunjukkan penghargaan Indonesia terhadap kesempatan kerja yang telah diberikan oleh Republik Korea untuk banyak warganya.
“Kami sangat menghargai upaya Republik Korea dalam membuka peluang kerja bagi pekerja migran Indonesia,” lanjutnya. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan bilateral dalam bidang ketenagakerjaan antara kedua negara.
Menurut Puan, langkah-langkah perlindungan bagi PMI harus dilakukan secara komprehensif. Hal ini meliputi peningkatan pelatihan pra-keberangkatan untuk mempersiapkan pekerja sebelum mereka berangkat, pengawasan kondisi kerja di lapangan, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran hak-hak pekerja yang mungkin terjadi.
“Kami mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Korea Selatan untuk memperbaiki regulasi ketenagakerjaan bagi pekerja asing,” ujarnya. Bersama dengan perwakilan Indonesia di Seoul, diharapkan setiap PMI dapat bekerja dengan aman dan memiliki martabat serta hak yang terpenuhi secara utuh.
Pertemuan Hangat dan Produktif Antara Dua Negara
Puan menyambut kedatangan Woo Won-Shik yang didampingi oleh sejumlah pejabat penting dari DPR. Dalam suasana kekeluargaan, mereka berdiskusi berbagai isu yang berkaitan dengan perlindungan pekerja migran dan kerjasama ekonomi bilateral.
Keberadaan Wakil Ketua Komisi XI DPR dan anggota komisi lainnya menandakan bahwa pertemuan ini bukan sekadar formalitas. Mereka berkomitmen untuk memperkuat hubungan antarperlemen dan mengeksplorasi lebih banyak peluang kerjasama.
Suasana pertemuan berjalan hangat, mencerminkan kedekatan kedua negara dalam menjalin komunikasi. Pertemuan ini juga menandai langkah penting dalam memperkuat kerjasama yang telah terjalin selama lebih dari setengah abad antara Indonesia dan Korea Selatan.
Upaya Pelindungan dan Peningkatan Hak Pekerja Migran
Selama diskusi, Puan menggarisbawahi pentingnya pemenuhan hak-hak pekerja migran. DIA AS akan terus mendorong pemerintah untuk segera meratifikasi sejumlah konvensi internasional yang dapat memperkuat posisi dan perlindungan hukum bagi PMI. Hal ini diharapkan bisa memberikan efek positif terhadap kesejahteraan pekerja.
Puan juga membahas perlunya komunikasi dan konsultasi yang efektif antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Keterlibatan para pekerja migran dalam proses ini juga sangat penting untuk memastikan kebutuhan dan hak mereka terwakili secara adil.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi para pekerja migran. Puan menekankan bahwa kebijakan yang lebih baik dan lebih adil akan memberikan manfaat tidak hanya bagi PMI, tetapi juga bagi hubungan antara kedua negara.
Peran Penting Delegasi dalam Memperkuat Kerjasama Bilateral
Kedatangan delegasi Korea Selatan yang dipimpin oleh Woo Won-Shik dianggap sebagai sinyal positif bagi kedua negara. Pertemuan ini membuka ruang bagi diskusi lebih lanjut mengenai kerja sama di berbagai sektor, termasuk ekonomi dan sosial. Ini menjadi tanda akan potensi penguatan hubungan di masa depan.
Para anggota DPR yang turut serta dalam pertemuan merasa optimistik dengan peluang yang ada. Mereka berharap dapat meningkatkan dialog dan kolaborasi yang sudah ada, sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal bagi kedua belah pihak.
Puan mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam menciptakan kondisi yang aman dan layak bagi para pekerja migran. Melalui kerjasama yang baik, diharapkan kesulitan yang dihadapi oleh PMI, terutama dalam penegakan hak-hak mereka, bisa diatasi dengan lebih efektif.
Dengan latar belakang sejarah kerjasama yang kuat, kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi di masa mendatang. Setiap pihak diharapkan dapat saling mendukung dan berupaya menghapus segala permasalahan yang berpotensi mengancam kesejahteraan pekerja migran.
Pertemuan ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan, kerjasama diplomatik dan keinginan untuk memperbaiki keadaan dapat membawa perubahan positif. Hal ini tentunya diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para pekerja migran Indonesia, memperkuat posisi mereka di tempat kerja, dan menjadikan pengalaman kerja mereka lebih memuaskan.











