Dalam beberapa tahun terakhir, industri kendaraan listrik mengalami perkembangan yang pesat, dan China telah memimpin di segmen ini. Dengan pertumbuhan tersebut, penting bagi negara tersebut untuk menjaga keberlanjutan melalui pengelolaan yang efisien terhadap baterai bekas kendaraan listrik.
Penerapan aturan baru yang ketat terkait daur ulang baterai di China menunjukkan komitmen negara dalam menghadapi tantangan lingkungan. Aturan ini diharapkan dapat menjadikan daur ulang sebagai bagian integral dari siklus hidup kendaraan listrik.
Kebijakan ini menjadi respons terhadap isu-isu seperti limbah baterai yang meningkat serta bahaya lingkungan yang ditimbulkannya. China, yang menjadi rumah bagi banyak produsen kendaraan listrik, menganggap penting untuk menetapkan standar yang jelas dalam pengelolaan baterai bekas.
Aturan Baru tentang Daur Ulang Baterai Kendaraan Listrik di China
Dalam upaya mengelola limbah baterai, China menerapkan “Interim Measures for the Management of Recycling and Comprehensive Utilization of Retired Power Batteries of NEVs” pada 1 April. Aturan ini mengharuskan baterai kendaraan listrik untuk tetap terpasang saat kendaraan dibongkar, untuk memudahkan proses daur ulang di kemudian hari.
Aturan ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran serta masalah lain yang dihadapi oleh industri daur ulang sebelumnya. Dalam konteks ini, penting untuk memiliki infrastruktur yang baik serta proses yang terstandarisasi dalam membongkar dan mendaur ulang baterai.
Sejumlah perusahaan lokal telah berhasil mencapai angka pemulihan yang mengejutkan, misalnya 96,5 persen litium dan hampir seluruh nikel, kobalt, dan mangan dari baterai bekas. Ini menunjukkan bahwa industri daur ulang di China memiliki potensi yang menjanjikan dan harus terus didorong agar lebih efisien.
Peran Pemerintah dan Standarisasi dalam Daur Ulang Baterai
Pemerintah China, melalui Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar dan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, telah mengambil langkah proaktif. Pembentukan komite teknis nasional untuk menstandarkan daur ulang baterai menunjukkan keseriusan pemerintah terhadap isu ini.
Standar baru yang diumumkan mencakup sistem pelacakan untuk baterai kendaraan energi baru sepanjang siklus hidupnya, mulai dari produksi hingga daur ulang. Pelacakan yang sistematis ini diharapkan dapat mempermudah pengelolaan dan mendukung efisiensi dalam daur ulang baterai.
Selain itu, produsen dan importir baterai diharuskan menggunakan bahan yang rendah toksisitas dan mudah didaur ulang. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan ramah lingkungan dan aman dikendalikan sejak awal proses produksi.
Kewajiban Produsen dan Impor dalam Daur Ulang Baterai Bekas
Regulasi baru juga menetapkan bahwa semua produsen dan importir kendaraan energi baru harus memenuhi sejumlah kewajiban. Salah satunya adalah pendirian stasiun layanan daur ulang di setiap wilayah tempat baterai tersebut dipasarkan.
Melalui kewajiban untuk menerima dan mengelola baterai bekas, diharapkan akan tercipta sistem yang baik bagi pengelolaan limbah baterai. Dengan langkah ini, tokoh industri dapat lebih bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan hidup.
Informasi tentang baterai yang dijual, termasuk panduan pembongkaran, wajib disampaikan dalam batas waktu tertentu. Ini menjadi bagian dari upaya untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam proses daur ulang.
Prospek Masa Depan Daur Ulang Baterai di China
Terdapat prediksi bahwa pada tahun 2030, jumlah baterai bekas yang dihasilkan di China akan mencapai satu juta ton. Ini menunjukkan bahwa industri daur ulang akan menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya produksi kendaraan listrik.
Pasar daur ulang baterai di China diperkirakan mencapai nilai yang signifikan, dalam kisaran miliaran yuan. Posisi pasar yang kuat ini membuka kesempatan bagi pengembangan lebih lanjut dalam teknologi daur ulang dan peningkatan infrastruktur yang dibutuhkan.
Saat ini, salah satu pemimpin dalam industri daur ulang baterai adalah sebuah perusahaan terkemuka yang menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar. Hal ini menunjukkan bahwa industri sudah mulai menunjukkan konsolidasi dan efisiensi dalam pengelolaan baterai bekas.










