Di Denpasar, Bali, seorang buronan asal Rumania bernama Zuleam Costinel Cosmin, berusia 33 tahun, ditangkap setelah melarikan diri dari kejaran hukum. Selama bersembunyi, ia menikahi seorang wanita Indonesia secara siri dan bergantung pada penghasilan pasangan untuk kebutuhan hidupnya.
Kepala Bagian Kejahatan Internasional Polri, Komisaris Besar Ricky Purnama, mengungkapkan bahwa Cosmin berusaha hidup dengan tenang dan tidak mencolok agar tidak terdeteksi pihak berwajib. Meskipun ia menghadapi tuntutan hukum serius di negaranya, kehidupan baru di Bali tampaknya memberinya kesempatan untuk bersembunyi.
Kendati hidup dalam pelarian, Cosmin berhasil menyembunyikan statusnya dari istrinya. Ia tampak menghindari sorotan media saat ditangkap oleh tim gabungan kepolisian, menunjukkan betapa pentingnya aspek kerahasiaan bagi orang yang hidup dalam ketakutan akan penangkapan.
Penangkapan Buronan Internasional di Bali
Pada 15 Januari, selama penangkapannya, Cosmin tidak disadari oleh istrinya bahwa ia merupakan buronan berkaitan dengan kasus pembunuhan di Rumania. Kejahatan yang dilakukannya, yaitu membunuh seorang pengusaha lokal dan mengancam anaknya, membuatnya menjadi target utama kepolisian internasional.
Ricky juga menegaskan bahwa pria tersebut menjalani kehidupan yang sangat berbeda ketika berada di Bali. Dia tidak banyak beraktivitas di luar rumah dan lebih banyak berinteraksi dengan pasangan yang memberinya dukungan finansial selama masa pelariannya.
Kondisi ini membuktikan bahwa buronan tidak selalu hidup dalam ketakutan di tempat persembunyian, tetapi juga dapat membangun hubungan baru yang menambah kompleksitas kasus mereka. Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan intensif yang melibatkan kerjasama pihak-pihak berwenang di Indonesia dan Eropa.
Kehidupan Zuleam Costinel Cosmin Di Bali
Selama di Bali, Cosmin memilih untuk hidup dalam bayang-bayang, berusaha tidak menarik perhatian. Ia bahkan memilih untuk menikah siri, sebuah keputusan yang menambah lapisan kerumitan dalam kehidupannya. Mengandalkan penghasilan istri, ia seolah-olah mengabaikan risiko yang dihadapinya.
Menurut keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, tidak ada yang menyangka bahwa orang yang mereka kenal sebagai suami adalah seorang penjahat. Istrinya tidak mengetahui latar belakang gelap Cosmin hingga proses penangkapan berlangsung, menyoroti betapa sulitnya mendeteksi buron yang pintar dalam bersembunyi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun seseorang terlibat dalam kejahatan berat, masih ada kemungkinan untuk menjalani kehidupan yang tampak normal di hadapan orang lain. Ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari situasi semacam ini dalam hal hubungan dan hukum.
Proses Penangkapan yang Melibatkan Banyak Pihak
Operasi penangkapan Cosmin melibatkan kolaborasi yang sangat baik antara NCB Interpol, Polda Bali, dan Polres lainnya. Strategi yang digunakan dalam operasi ini menggambarkan pentingnya kerja sama internasional dalam menangkap buronan yang mencoba untuk bersembunyi di negara lain.
Pihak NCB Bucharest Rumania telah memperhatikan keberadaan Cosmin di Indonesia dan memberi tahu pihak berwenang di Bali. Ini menunjukkan jaringan keamanan internasional yang saling terhubung untuk menangani pelanggaran hukum secara global.
Setelah ditangkap, Cosmin dibawa ke mobil tahanan dengan pengawalan yang ketat. Proses ini menunjukkan betapa seriusnya penanganan kasus ini oleh pihak kepolisian, baik di dalam negeri maupun internasional.










