Selasa, 30 Desember 2025 – 19:31 WIB. Pasar modal Indonesia menunjukkan prestasi yang luar biasa sepanjang tahun 2025, dengan beberapa rekor yang dipecahkan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan momen penting dan menarik perhatian banyak investor.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengungkapkan bahwa selama tahun ini, IHSG telah mencatatkan rekor tertinggi atau all-time high (ATH) sebanyak 24 kali. Penutupan terakhir di tahun ini ditandai dengan IHSG menyentuh angka 8.710,69 pada bulan Desember.
Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kesuksesan ini adalah kolaborasi antara BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, kondisi ekonomi global yang stabil juga memberikan dampak positif terhadap performa pasar modal di Indonesia.
Rekor Tertinggi IHSG dan Pencapaian Investor di 2025
Dalam penjelasannya, Iman menyebut bahwa angka kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp 16.000 triliun saat indeks mencapai rekor tertingginya. Ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di pasar modal Indonesia, yang semakin diminati oleh berbagai kalangan, baik lokal maupun internasional.
Tak hanya mencapai angka yang luar biasa, Iman juga mencatat bahwa di tahun 2025, sebanyak 26 perusahaan berhasil melakukan penawaran umum perdana (IPO) dengan total penghimpunan dana mencapai Rp 28 triliun. Dengan demikian, total perusahaan yang terdaftar di BEI kini mencapai 956, yang mencerminkan optimisme di kalangan pelaku pasar.
Seiring dengan pertumbuhan jumlah perusahaan yang terdaftar, ada enam perusahaan mercusuar yang juga mencatatkan sahamnya di tahun ini. Hal ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar modal yang menjanjikan di kawasan Asia Tenggara.
Jumlah Investor Meningkat Pesat di Tahun 2025
Prestasi lain yang menggembirakan adalah lonjakan jumlah investor yang mencapai lebih dari 20 juta. Dari jumlah tersebut, lebih dari 900 ribu investor aktif melakukan trading setiap bulan, sedangkan lebih dari 250 ribu terlibat dalam trading harian.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya berinvestasi di pasar saham. Pendidikan dan sosialisasi mengenai investasi yang dilakukan oleh berbagai institusi menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya minat masyarakat.
Di akhir tahun, IHSG ditutup di atas garis datar meskipun sempat berfluktuasi di zona merah sepanjang hari. Penutupan ini dengan penguatan sebesar 0,03 persen menunjukkan bahwa pasar masih memiliki potensi pertumbuhan lebih lanjut di tahun-tahun mendatang.
Kondisi Ekonomi dan Proyeksi untuk Tahun Selanjutnya
Iman juga menekankan bahwa kondisi perekonomian domestik yang sehat menjadi salah satu pendorong keberhasilan ini. Adanya dukungan dari pemerintah untuk mendorong investasi serta inisiatif untuk meningkatkan kepercayaan investor dalam berinvestasi di pasar modal telah memberikan hasil yang positif.
Para analis memperkirakan bahwa pasar modal Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan. Prediksi tersebut didasarkan pada tren investasi dan sejumlah kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat. Hal ini diharapkan dapat terus menarik minat investor baik dari dalam maupun luar negeri.
Selain itu, karya besar dari berbagai inisiatif dan program yang telah diluncurkan turut menguatkan harapan untuk masa depan. Di tahun 2026, diharapkan akan ada lebih banyak perusahaan yang melakukan IPO dan meningkatkan partisipasi investor di pasar modal.











