Pameran keahlian teknisi kendaraan menjadi ajang yang mempesona bagi banyak kalangan, termasuk para penggemar otomotif. Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi teknisi untuk menunjukkan keahlian mereka dalam memperbaiki kendaraan dalam waktu terbatas.
Dengan adanya berbagai tantangan teknis yang dihadapi, kompetisi semacam ini mendorong perkembangan profesionalisme dan inovasi di dunia otomotif. Peningkatan skill teknisi akan berdampak positif pada kualitas layanan kepada pelanggan di masa mendatang.
Pada bulan Desember 2025, Teknik Layanan BMW secara resmi menyelenggarakan ajang Technician Excellence Competition di Jakarta, yang menghimpun sejumlah teknisi terampil dari seluruh Indonesia. Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai platform untuk memamerkan teknologi terbaru dalam diagnosis kendaraan.
Keberhasilan Pertama BMW dalam Menyelenggarakan Kompetisi Teknik
Event ini menjadi yang pertama bagi BMW Indonesia dalam menyelenggarakan kompetisi keahlian teknisi. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi tradisi tahunan yang mampu mengasah kompetensi teknisi di berbagai daerah.
Mahalingam Maganderalingam, Direktur Layanan Pelanggan, menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk meningkatkan standar pelayanan. Selain itu, ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sistem diagnosis canggih yang dinamakan RITA.
RITA, atau Remote ISTA, merupakan sistem yang memungkinkan teknisi untuk mendiagnosis masalah kendaraan secara jarak jauh. Inovasi ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan dan meminimalisir kesalahan diagnosis.
Dengan sistem ini, peserta tidak perlu lagi berada di samping kendaraan. Mereka dapat melakukan diagnosis langsung dari pusat pelatihan, yang menandakan kemajuan signifikan dalam teknologi otomotif.
Selama kompetisi, peserta diberikan waktu total 90 menit untuk menyelesaikan tantangan teknik. Ini termasuk waktu untuk mendeteksi masalah, menentukan akar masalah, dan merencanakan langkah perbaikan yang komprehensif.
Tiga Teknisi Terbaik Dipilih di Ajang Ini
Setelah melewati serangkaian tantangan, tiga teknisi terbaik berhasil terpilih di akhir kompetisi. Proses pemilihan bukan hanya melihat pada kecepatan, tetapi juga pada akurasi dan kualitas hasil perbaikan yang mereka lakukan.
Pemenang pertama adalah Punjung Warsito dari BMW Astra Serpong, diikuti oleh Nurdin Syahroni dari BMW Astra Cilandak sebagai runner-up, dan Muhammad Zuhri dari Plaza MINI Green Garden sebagai pemenang ketiga. Ketiganya menunjukkan ketrampilan luar biasa dalam menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan.
Finalis lainnya datang dari berbagai perwakilan di daerah lain, seperti Tebet, Bintaro, dan Surabaya. Keberagaman dalam latar belakang teknisi menunjukkan betapa luasnya jangkauan BMW dalam mengasah kemampuan teknisi di seluruh Indonesia.
Ajang ini tak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan antara para teknisi dari berbagai daerah. Hal ini tentunya akan memperkuat jaringan profesional di industri otomotif.
Setiap peserta tidak hanya belajar dari tantangan yang mereka hadapi, tetapi juga mendapatkan insight berharga dari kompetisi tersebut yang bisa diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari mereka.
Desain dan Teknologi Baru dalam Kompetisi
Kompetisi ini juga memberikan gambaran tentang bagaimana teknologi modern mengubah cara teknisi bekerja. Dengan menggunakan platform diagnosis modern, tingkat efisiensi yang dihadapi menunjukkan bahwa inovasi adalah kunci untuk pertumbuhan dalam dunia otomotif.
Mahalingam menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan dalam dunia teknik otomotif. Dengan teknologi baru yang terus bermunculan, berinvestasi dalam pengembangan kemampuan teknisi menjadi hal yang sangat penting.
Event ini juga memberikan dukungan kepada program-program pelatihan yang ada di tingkat lokal. Di masa depan, diharapkan akan lebih banyak kompetisi seperti ini untuk meningkatkan daya saing teknisi Indonesia di kancah internasional.
Inovasi yang diperkenalkan melalui RITA membuka wacana baru bagi teknisi dan pelanggan. Hal ini memungkinkan proses perbaikan yang lebih transparan untuk semua pihak yang terlibat.
Teknologi yang dijadikan alat dalam kompetisi ini tidak hanya mempermudah pekerjaannya, tetapi juga meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menjamin perbaikan yang cepat dan tepat.










